Sebagai seorang blogger pemula, saya merasa senang dikunjungi teman-teman blogger lainnya. Apalagi apabila tulisan saya mendapat comment. Paling tidak, saya artikan comment mereka tersebut perhatian dengan tulisan saya. Saya pun memaknai, inilah yang disebut teman saya Fian – yang kuliah di Jurusan Komunikasi – sebagai model komunikasi baru. Komunikasi antar blogger yang menggeluti dunia per-blogging-an. Betul tidak ya?
Membaca comment-pun merupakan salah satu rujukan ampuh untuk menggali ide posting selanjutnya. Seperti saya menulis posting ini setelah mengunjungi blog Pak Ersis Warmansyah Abbas, seorang penulis dari Kalimantan, akibat beliau mengomentari tulisan saya. Saya terkesan dengan posting terbarunya. Bercerita tentang pertemuannya dengan beberapa orang teman dan memulai diskusi. Lewat diskusi dan kumpul-kumpul 3 jam tersebut saja Pak Ersis sudah mampu mempersiapkan 9 “calon” tulisan yang “ide”-nya datang dari teman-temannya itu. Bahkan teman-temannya tidak tahu kalau ide-ide tulisan tersebut dari mereka. Kesimpulannya bahwa hanya melalui ngobrol ngalor-ngidul, pada pertemuan kangen-kangen, atau sembari menikmati kopi dan singkong goreng, ‘perbincangan’ bisa jadi sangat bermakna. Sekonyol apa pun, pasti ada hal-hal positif untuk ditulis. Pandai-pandailah meraup dan memilah, demikian tulisnya.
Cara untuk mendapatkan ide tulisan semacam itu sudah banyak saya pikirkan juga sejak dulu. Namun, lagi-lagi penyakit malas untuk menulis dan tidak mau cepat belajar menangkap makna telah membatasi saya. Padahal kalau di ingat, ada banyak sekali obrolan ringan yang sarat makna, saya bangun bersama sahabat-sahabat yang suka kumpul bareng setelah penat seharian mengais rezeki Alloh Ta’ala. Demikianlah, supaya tidak merugi, mulailah saya belajar menulis diblog tercinta ini.
Pada awalnya ada maksud lain, ketika saat memulai blogging. Berhubung keyword internet marketing di Google Trends ternyata nomor satunya adalah Indonesia, saya bermaksud untuk turut serta berjibaku dengannya lewat blog. Namun entah bagaimana, bagi saya saat ini blog ini menjadi aktualisasi potensi diri. Karena belajar cerdas adalah menggali potensi-potensi cerdas diri dan mengembangkannya sedemikian rupa. Saya berusaha menggali potensi kepenulisan saya. Apalagi membaca tulisan Mbak Sofa Nurdiyanti, bahwa menulis adalah salah satu kemampuan yang dapat dikembangkan oleh setiap orang karena bersifat in potentia (menjadi potensi dalam diri setiap orang). Menulis bisa dikembangkan dan tidak memerlukan bakat. Salah, jika orang tidak percaya diri dalam menulis, dan akhirnya tidak menulis sama sekali. Saya sangat menyukai kebiasaan baru ini.
Sekali lagi berbicara ide memang sungguh tidak ada habisnya selama kita bernafas. Demikian halnya ide tulisan. Ternyata hal-hal yang sederhana mampu menjadi ide tulisan menarik. Nongkrong dengan teman-teman pun tidak selamanya perbuatan sia-sia, selama hikmah mampu digali serta menjadi tadarus pikiran dan hati.
Popularity: 1% [?]



Posted in
Tags: 








biasanya tulisan adlah kata hati yang tersimpan didalam
Saya pun masih belajar mengungkapkan ilmu, ide, dan gagasan ke dalam bentuk tertulis. Namun dengan seringnya kita melakukan hal itu, akan semakin baik kualitas menulis kita.
Setuju banget mas dengan kesimpulannya, bahwa ternyata hal-hal yang sederhana mampu menjadi ide tulisan menarik. Saya juga kerapkali mendapat ide untuk menulis lewat sesuatu yang terkesan sepele. Intinya, ide bisa datang dari mana pun dan kapan pun juga. Asalkan kita peka dalam menangkapnya.
Oya, kadang saya juga suka dapat ide setelah memberikan komentar di blog lain..hehehe
betul juga sob.. kadang-kadang ngorol lewat komen-komenan juga asyik.. apalagi kalo bisa jadi sumber ide untuk nulis..
salam kenal dari BloggerCeria..
Assalaamu’alaikum…
Terima kasih atas kunjungan ke laman saya. Anda bukannya baru mula menulis, ternyata sudah hebat dan pakar dalam tulis menulis. teruskan aje. insya Allah kita akan berbagi kebaikan dan hikmahnya.Salam hormat.
@ Ersis WA: Salam menulis juga Pak…dan terimakasih atas inspirasinya yg kuat..
@Rindu: Sip deh…terimakasih kunjungannya.
Tulis apa yang kamu pikirkan dan pikirkan apa yang kamu tulis … katanya gitu kalo mau jadi penulis
Ya ya ya … saya mendapat bukti nyata kesekian … terus menulis mas. Tulis, tulis, dan tulis. Makasih dah ke http://www.webersis.com kayaknya banyak hal petihak menulis terpajang disitu. Tapi, ya ngak pakai teori-teori hebat lho. Salam Menulis.