Saya tidak menulis posting berbahasa Inggris. Judul diatas hanya sebuah ungkapan dari seorang Amilia Hasbullah (Ame), sahabat saya yang hebat dan sedang melanjutkan studi masternya di Malaysia. Ceritanya beberapa waktu yang lalu saya chatting dengannya via internet of course. Membicarakan beberapa hal tentang perkembangan studinya dan kegiatan saya di Jogja. Membaca beberapa tulisan saya tentang ide di blog ini, membuatnya teringat beberapa tahun yang silam saat kita masih belajar bersama di Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dahulu sekali saya dan Ame pernah merancang sebuah lembaga kajian strategis Hubungan Internasional. Sebenarnya tidak cuma saya dan Ame, namun ada Irawan Jati, Musa Maliki, Donny Prayudi, Nanang – satu-satunya dari Universitas Gajah Mada – dan senior kami Edy Supriono.
Namun sayang sekali, ide yang sudah kami rancang sedemikian rupa, terhenti begitu saja karena hambatan dana dan tidak adanya dukungan dari beberapa pihak. Bahkan rencana untuk menggaet sebuah organisasi kelompok negara sebagai bagian kerjasama menguap begitu saja. Tambah lagi, karena tertunda akhirnya masing-masing dari kami bahkan melupakannya karena kesibukan dan lain hal. Ame mengingat itu sebagai ide hebat dan sangat prospektif. Ide yang sebenarnya mungkin bisa membawa kita ketempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi. Dan ide yang bisa jadi akan membuat kita bergelut dengan keilmuan yang lebih dalam lagi.
Nah, oleh karenanya dia mengungkapkan semuanya dengan kalimat,
“..well Ferdy, actually “if” is not a good word..but “if” at that time we try to be consistent and struggle with our idea, we might be conquer the world now and we might be…bla..bla.bla…
Karena juga mengingat seorang “guru” kami yang hebat, almarhum Bapak Harwanto Dahlan, ia juga berkata,
..”if’ is really not a good word, but Ferdy, “if” Pak Harwanto still alive, he will be a very good mentor for all of us”
Deep in my heart, I “if” the same as you Ame…..
Memang seringkali berandai-andai adalah hal yang tidak baik. Apalagi berandai-andai yang tidak rasional, tanpa ada targetnya. Berandai-andai orang yang sudah meninggal masih hidup saat ini, juga sangat tidak baik. Oleh karenanya saya berpikir bagaimana pengandaian tersebut bisa menjadi sebuah kenyataan. Bukan kalimat Ame yang kedua tetapi kalimatnya yang pertama. Berapa banyak dari anda yang memiliki sebuah ide hebat setahun yang lalu atau 5 tahun yang lalu atau mungkin 10 tahun yang lalu namun tidak terlaksana? Apakah ide tersebut masih menggema di benak anda?
Saya tidak akan mengandaikan sebuah rencana atau ide yang tidak terlaksana. Namun saya akan bilang ide itu hanya “tertunda”. Tertunda untuk sebuah kematangan usia. Ya, ide pun seperti kita, ia membutuhkan kematangan usia untuk direalisasikan. Maka jangan buang ide kita yang dahulu pernah menjadi rencana besar. Simpan ide tersebut dalam direktori memori dan impian kita untuk bisa direalisasikan bila saatnya tepat. Atau ide itu bisa digali kembali kelak ketika kita mendapatkan waktu yang tepat. Kita akan membutuhkan ide tersebut dan tidak hanya berandai-andai lagi. Begitu saya rasa kita akan menghargai betapa hebatnya otak kita. Maka sebenarnya kita bisa mengatakan,
..”actually, “if” can be a good word. A good word that need our action.
What do you think Amilia Hasbullah?
Popularity: 3% [?]



Posted in
Tags: 








@ Kang Suwung: Maturnuwun Kang
@ Siti Fatimah Ahmad: ah..dari Malaysia, terimakasih Ibu Siti. InsyaAllah memang demikian.Alloh Maha Tahu.
@ Indonesia Menulis: Terimakasih, saya sudah taruh link-nya.
@ st_hart: semakin menegaskan.salam sahabat.
@ Yuyun: agree deh ..hehehe
@ Ajeng: Salam silaturrahmi. Terimakasih
@ Raffael:…asal jangn getok saya ya..hehehe
Iya, itu salah satu bentuk penyesalan ya, aku juga suka sebel tuh kalo ada yang keras kepala, trus baru nyadar salah, abis tuh ngomong if i…… ow, mau di getok rasanya
Kita boleh hidup dengan mimpi,tapi jangan hidup dalam mimpi.. Karena mimpi,angan-angan,harapan,cita-cita ato apalah adalah sayap yg akan membawa kita bergerak menuju ‘cahaya’..
Salam..
aih..apa bedanya pedagang dan diplomat.. produk laris manis butuh marketing yang diplomatis, diplomat handal mampu memperdagangkan tujuannya agar dihargai tinggi.. hanya produknya saja yang berbeda, keduanya seperti telur dan ayam, esensinya sama hanya beda fase yang tidak dapat ditentukan mana fase yang mendahului dan mana pula yang mengikuti. agree?
benar sekali soal ide yang harus dimatangkan….atau diendapkan. banyak banget angan-angan yang dulu masih di awang-awang, sekarang jadi kenyataan saat waktu, sarana, kondisi lingkungan dan kemampuan diri sudah siap.
Kita hanya merencanakan, sementara yang menentukan yang maha kuasa. Kalo kemaren tertunda sekarang bisa dimulai lagi, kang! barter link ya?
Tidak semua yang kita rancang akan terlaksana seperti yang kita kehendaki. Kita hanya merancang. Penentuannya dari Allah swt. pasti ada hikmah yang luar biasa yang kita tidak tahu apakah sebabnya. mengapa selalu tidak menjadi dan mengapa selalu ada penangguhannya. Mungkin perancangan itu tidak ampuh dan mungkin berlaku kegagalan. oleh yang demikian, perancangan semula harus dirancang dan difikirkan sebab musababnya. semoga niat yang baik itu akan menemukan kejayaan suatu hari nanti.
semoga terlaksana sobat
@ itempoeti: haha, saya bukan seorang diplomat walau pernah belajr disana, sayang sekarang saya lebih suka berdagang, jadi analisa politik internasionalnya sudah ngabur..hehe..Maturnuwun
Hubungan internasional?
Wooowww…, ternyata saya sedang membaca blognya seorang diplomat. Saya akan setia menunggu analisis politik internasionalnya.
There isn’t ‘if’. U should change it with ‘can’… Keep your good working Bro…
Tabik…
@ Fariskhi: Sip..sukses dan semangat selalu.
Pertamax
Wah, tulisannya bagus mas. Memotivasi.
Saya juga banyak sekali ide dan angan-angan yang terpendam dan belum bisa tercapai karena banyak keterbasan. Apalagi mengingat saya ini bukanlah orang yang berkecukupan. Tapi saya punya keyakinan yang kuat bahwa suatu saat saya bisa merealisasikannya.
Salam..
@ Amilia Hasbullah: Yup..that’s it. Let’s support each other.
What a surprised, u come up with this idea, put our chat into paragraphs men:)
so nice to read, or may be because my name s there, he he he.
But,for this case, im agree with u, let “if” becomes real, take an action for now on, for all of “IFS”,
u must more agree with me, right?