Sebuah karya menjadi bernilai tinggi manakala ia tidak hanya berguna bagi diri pembuatnya sendiri, namun juga membangun manusia lain pada umumnya. Begitu pula dengan sebuah karya tulis, ia jauh lebih bermakna ketika ia menjadi sumber inspirasi yang menggugah nurani dan disimak dengan baik oleh khalayak ramai. Apalagi dengan pelabelannya sebagai top quality writing. Agaknya tidak berlebihan saya menggambarkan sebuah buku baru yang sedang saya nikmati saat ini, MENUJU JURNALISME BERKUALITAS.
Buku ini merupakan Kumpulan Karya Finalis dan Pemenang Mochtar Lubis Award 2008. Sebagai orang biasa yang sedang belajar menulis, saya bergairah menelusuri tulisan-tulisan kriteria terbaik Mochtar Lubis Award, yang disebut-sebut sebagai Penghargaan Tertinggi Jurnalistik Indonesia. Buku ini terbagi menjadi 4 kategori, yakni Pelayanan Publik, Tulisan Feature, Pelaporan Investigasi, dan Foto Jurnalistik, serta sebuah Liputan Mendalam Jurnalisme Televisi.
Pengkategorian tersebut memudahkan saya dan mungkin juga anda untuk bisa memilih tulisan dari bagian manapun. Seperti terlebih dahulu memulai untuk membaca tulisan feature, kategori yang saya sukai. Meski jujur belum membaca semua tulisan yang ada, namun saya terkesan membaca sebagian darinya. Seperti terharu membaca kisah seorang Frederick Sitaung, seorang guru di pedalaman Papua dan kagum dengan semangat Mbah Suko yang disebut sebagai simbol perlawanan petani desa. Saya juga menggeleng-gelengkan kepala demi mengetahui kacaunya beberapa jenis pelayanan publik dalam kategori tersebut.
Seluruh tulisan dalam buku ini pernah dimuat dalam media massa nasional dan daerah. Mungkin pernah ada yang saya baca dan lebih banyak yang belum pernah saya baca. Saya bersyukur bisa menyimak kembali dalam sebuah dokumentasi rapi dan berkualitas dalam yang diterbitkan Gramedia, April 2009 ini. Sehingga seperti membaca sambutan pengurus Program Mochtar Lubis Award, Ignatius Haryanto, inilah upaya yang disebutnya mendokumentasikan karya-karya jurnalistik terbaik.
Saya mendapat hadiah buku ini dari seorang sahabat baik saya bernama Bambang Muryanto BK. Seorang jurnalis dan aktivis lingkungan yang sarat dengan idealisme. Beliau adalah pemimpin Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pak Aji, demikian ia dikenal, adalah Pemenang Mochtar Lubis Fellowship 2008. Sebuah kategori yang tidak masuk dalam buku tersebut. Kategori Fellowship ini dimenangkannya dengan Proposal Investigasi Korupsi Dana Rekonstruksi Pasca Gempa Bumi di Yogyakarta 27 Mei 2006.
Saya mengenalnya secara pribadi dan telah menjadi sahabat dekat keluarganya selama beberapa tahun terakhir ini. Saya merasa betah dirumahnya yang rasanya sarat dengan keilmuan, wacana dan idealisme, apalagi ruang tamunya yang penuh dengan buku-buku. Pak Aji saya anggap sebagai salah satu mentor saya, dengan inspirasi-inspirasi yang ia ceritakan dan ia contohkan kepada saya mengenai dunia tulis menulis. Sehingga saya merasa tergerak dan termotivasi untuk mencoba menuangkan beragam bentuk gagasan kedalam bentuk tulisan. Meski memang saat ini lebih banyak tulisan bebas semau saya yang terbitkan dalam blog ini. Lebih baik memulai menulis daripada tidak sama sekali. Demikian saya belajar pada Pak Ersis dan Jonru. Bukan begitu saudara-saudara?
Nah, sekali lagi buku Menuju Jurnalisme Berkualitas tersebut menjadi sumber inspirasi bagi saya untuk melanjutkan kebiasaan menulis dan berkarya dengan tulisan. Maka tulisan ini saya persembahkan untuk Pak Aji, dengan kesan atas fokus, idealisme, dan konsistensinya sebagai seorang jurnalis dan aktivis lingkungan.
Salute for you Sir!
Anda sekalian bisa membaca tulisan-tulisan jurnalistik Pak Aji/Bambang Muryanto di
1. SITUS BERITA AJIYOGYA : http://ajiyogya.blogspot.com
2. Juga tulisan-tulisan lingkungan di Society of Indonesian Environmental Journalists:
http://www.siej.or.id/?w=article&nid=33 , nama penulis: bambang
3. Harian The Jakarta Post
Popularity: 2% [?]


Posted in
Tags: 








[...] menulis posting mengenai buku Menuju Jurnalisme Berkualitas langsung dari rumah Pak Bambang Muryanto yang menghadiahkan buku itu untuk saya. Sengaja saya [...]
@ Rusli ZSV: Salam hangat juga…pesan online coba di Gramedia..
Saya jadi tertarik juga membaca buku itu, tapi sayang ditempat terpencil kotaku sulit membeli buku.
Salam Hangat
http://www.indonesiamenulis.com