Setelah beberapa minggu pasca keguguran istri saya hampir senantiasa berada dirumah. Saya memang memintanya untuk memulihkan kembali kondisi fisiknya agar ia siap beraktifitas lagi. Untungnya karena bekerja pada usaha pribadi, lebih mudah bagi kami untuk mengatur jadwal sepenuhnya dan selama tugas-tugas itu bisa kami delegasikan.
Namun, beberapa waktu dirumah, kejenuhan mulai melanda. Demikian juga saya, yang selalu berusaha pulang lebih cepat dan menemani istri dirumah karena kondisinya. Kantor dan rumah pun dekat sehingga praktis tidak banyak pemandangan baru. Rasanya perlu sedikit keluar.
Akhirnya malam ini kami memutuskan berkeliling Kota Jogjakarta. Heran, begitu saja tercetus keinginan untuk jalan-jalan, padahal waktu sudah menunjukkan hampir setengah sepuluh malam. Pak Arifin tetangga kami pun sudah mulai barang dagangan dan siap menutup rolling door warungnya. Sehingga kami pun sempat ditanya, ngapain sudah malam mau keluar. Saya jawab, hanya sedikit mencari udara segar. Hehehe, padahal saya tahu, ditengah kota sekarang sangat sarat dengan polusi.
Tentu kami melewati Malioboro. Sejatinya saya enggan lewat jalan ini karena kepadatannya. Tapi, saya baru sadar ternyata sudah lama sekali tidak melewatinya. Sebagai orang yang sudah tinggal di Jogja cukup lama, Malioboro bukan sebuah tempat yang istimewa. Hanya, bagi orang yang sangat jarang ke Jogja, bahkan belum pernah, it is not complete without Malioboro.
Musim liburan pendidikan membuat Malioboro penuh sesak. Kebanyakan para pelancong adalah mereka anak-anak muda siswa SMP dan SMA. Baik yang berstatus naik kelas atau mereka yang telah lulus dan hendak menjadi bagian baru masyarakat Jogja sebagai mahasiswa. Hampir tidak ada yang sendirian, rata-rata mereka berkelompok dengan teman atau kerabatnya.
Tampaknya beberapa toko pakaian masih menangkap minat para pelancong itu mengaduk-aduk Malioboro. Saya melihat mereka masih berniat membuka tokonya paling tidak satu jam lebih lama. Mungkin mereka tahu, pendapatan masa liburan tinggi dan itu jelas. Sama halnya para pedagang kaki lima. Sehingga yang biasanya pukul sepuluh malam hampir semua pedagang kaki lima (kecuali makan lesehan yang bisa sampai pagi tentunya) telah tutup. Kali ini tampak masih semarak. Rezeki untuk mereka.
Namun tidak semua toko memutuskan buka lebih lama. Sebagian besar telah tutup. Mereka disiplin dengan jadwal usaha mereka atau tidak di alokasikannya biaya operasional tambahan yang berarti gaji lembur untuk karyawannya, bisa jadi alasan utama. Entah. Yang pasti traffic tinggi pengunjung pada kota tujuan wisata seperti Jogja akan membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kecil dan menengah.
Lepas dari Malioboro, saya dan istri menyusuri jalan-jalan besar dan kecil lainnya. Mencoba mengamati beberapa perubahan baru, utamanya bisnis-bisnis baru yang muncul. Melakukan pengamatan seperti itu kami lakukan untuk mengasah ketajaman menggali peluang usaha. Selain refreshing tentunya.
Akhirnya perjalanan kecil tersebut berakhir dilayar monitor dan ditengah-tengah dashboard blog wordpress saya. Sekedar berbagi spontan dengan anda. Sudah agak larut, kami akan beristirahat. Selamat malam Jogja.
Popularity: 1% [?]


Posted in
Tags: 








[...] untuk pulang. Apalagi Kang Nawar, seorang sahabat blogger di Cilacap, menyarankan saya pulang jika Jenuh di Jogja. Sayang waktu belum memungkinkan untuk beranjak sesaat dari [...]
Pulang Kampung Mas….,
siapa tahu Cilacap masih bisa memberi cahaya agar tidak jenuh lagi;
meski saya gak terlalu jauh sama jogja, saya tinggal dikota sebelah jogja, tapi kangen yang muncul kalo lagi sibuk dengan kerjaan di kantor, saya pengen banget kabur ke jogja..
sekedar duduk di coffeshop dan minum segelas hot chocho,….
beneran deh, jogja is never ending Asia..
hauhauhauahha,,, masa kopdar cuma berdua :p
@aprillins: OK bisa kucoba tu sobat, pantai depok ya…kapan2 kopdar disana piye..hehehe. Lanjutkan juga! dan Lebih cepat lebih baik!
ya.. sekali kali berkeliling di kota sendiri. oh iya mas adi, coba ke pantai depok sudah direnovasi loh.. hehehe.
setelah berkelliling seperti itu masih aja sempat untuk menuliskannya di blog.. benar2 penulis.
lanjutkan!