MULAI BLOGGING
Saya menulis posting mengenai buku Menuju Jurnalisme Berkualitas langsung dari rumah Pak Bambang Muryanto yang menghadiahkan buku itu untuk saya. Sengaja saya menulis dari tempat yang menurut saya banyak ide dan inspirasinya. Ketika tahu saya menulis posting untuk blog, Awal Patria, salah seorang anak Pak Bambang segera bertanya banyak hal mengenai blogging. Dia telah memiliki sebuah account di blogger.com, hanya saja dia tidak tahu hendak menulis apa, sehingga blognya dibiarkan nganggur begitu saja.
Padahal saya yakin, dengan mengendapkan setiap pengalamannya dan pengetahuannya mengenai musik, dia bisa memiliki blog yang bagus mengenai musik. Apalagi dengan kemampuannya memainkan hampir semua instrumen musik, ia memiliki niche yang kuat dibidang ini. Ditambah jam terbang manggung dengan band-nya sampai sudah tampil di Acara Dahsyat-nya RCTI, dia pasti sarat cerita. Sehingga saya berusaha sebisanya menjelaskan pengalaman dan pengetahuan saya mengenai teknis dan perjalanan blogging yang baru 4 bulan ini. Rasanya puas bisa berbagi sedikit pengetahuan. Semoga saja bermanfaat untuknya.
Saya jadi teringat kembali bagaimana saya kemudian “terjebak” dan amat menikmati kegiatan menulis ini. Pada awalnya adalah ketika saya menemukan pengetahuan baru mengenai internet marketing yang begitu menggejala akhir-akhir ini. Setelah menelaah dan menimbang-nimbang, saya akhirnya memilih untuk mempelajari dahulu bagaimana membuat website berbasis script wordpress. Untungnya tutorial dan panduan serta penuturan mindset blogging dari begitu banyak expert begitu mudah didapat.
Perkara niche memang menjadi hal yang banyak ditekankan oleh blogging expert . Tapi saya rasa kita juga bisa menentukan bangunan kita sendiri. Supaya kita bisa menata pondasi dan batu bata rumah blog kita secara bertahap. Sehingga saat ini bukan internet marketing yang menjadi tujuan utama saya membangun blog, tetapi belajar menulis dan mengembangkan potensi kepenulisan yang katanya setiap orang memilikinya.
Dasarnya adalah saya merasa begitu banyak diskusi sederhana yang begitu bermakna hingga ilmu-ilmu yang mendalam tidak saya dokumentasikan kembali dalam bentuk catatan. Sayang sekali begitu banyak ilmu dan pengalaman baru terhempas bebas seperti daun berserak. Saya rasa dengan menulis, kita bisa mengumpulkan daun berserak itu menjadi pupuk yang membangun diri dan jiwa kita.
Menulis ternyata juga mendorong kita untuk senantiasa melakukan pengamatan dengan baik. Sehingga ide sederhana bisa menjadi susunan paragraf-paragraf yang bisa dinikmati. Ada sensasi kepuasan tersendiri ketika sudah menuliskan sesuatu. Sangat sederhana, demikian saya menggambarkan blog ini. Saya rasa lebih baik kita memulai dari hal yang sederhana daripada tidak sama sekali kan?
BLOG SEBAGAI JURNALISME PRIBADI VS KORAN?
Saya menggunakan tanda tanya karena masih harus belajar banyak mengenainya. Hal itu pun muncul setelah membaca pendapat Susanto Pudjomartono – seorang jurnalis senior – dalam Pengantarnya untuk buku Menuju Jurnalisme Berkualitas. Beliau tidak sepakat dengan ramalan bahwa jurnalisme pribadi, dalam bentuk blog, akan menggantikan jurnalisme konvensional di waktu yang akan datang. Kalaupun mungkin, itu akan terjadi dalam waktu yang masih lama.
Alasannya adalah karena pengguna internet di Indonesia pada awal 2009 ini hanya sekitar 25 juta dengan tingkat penetrasi yang rendah. Kegemaran membaca bangsa ini juga tidak tinggi. Menurutnya sejauh ini kemampuan para pengelola blog masih kalah jauh dengan para jurnalis profesional yang terhimpun dalam suatu media.
Sebagai beginner blogger, saya kemudian menelaah kata-kata Pak Susanto tersebut. Bisa jadi memang demikian. Namun ketika membandingkan dengan pencarian dan pembelajaran saya mengenai media blog, saya pikir mungkin harus di klasifikasikan dahulu blog seperti apa. Kalau berbicara mengenai blog dengan konten jurnalistik layaknya media cetak bisa jadi pendapat Pak Susanto benar. Apalagi ketika harus mencari dan membandingkan dengan konten yang sekualitas Mochtar Lubis Award.
Sepengetahuan saya blog sendiri saat ini telah dimanfaatkan sebegitu rupa oleh para penggunanya dengan berbagai macam kepentingan. Termasuk saya. Begitu luas temanya dan banyak ahlinya di masing-masing bidang. Saya rasa mereka juga profesional dalam niche-nya. Tambah lagi gaya penulisan blog memang tidak sama dengan news dalam sebuah koran. Kita masih bisa dengan bebas menggunakan kata-kata informal dan menjalin interaksi langsung dengan pembaca.
Sekali lagi itu hanya pendapat saya yang sedang belajar dan menikmati proses belajar ini. Semakin semangat pula ketika menerima newsletter terbaru dari Jonru dan membuat saya bisa berkunjung ke salah satu blog bagus dan profesional Budi Putra, karena link yang tercantum. Sahabat baru lainnya yang membangun. Membangun semangat menulis, terus menulis dan mari menulis.
Popularity: 1% [?]


Posted in
Tags: 







