Selama beberapa waktu terakhir ini saya cukup lama tidak pulang ke kampung halaman di Cilacap. Kota tempat saya dilahirkan 28 tahun yang lalu. Sampai saya menyelesaikan studi sekolah menengah atas pada tahun 1999, saya tetap disana. Kota buntu di Provinsi Jawa Tengah itu berlindung tenang dari deburan ombak Laut Selatan dibalik kegagahan Pulau Nusakambangan. Pulau yang terkenal sebagai tempat menginap para “selebriti” dunia hitam. Tapi jangan salah sangka, dibalik status seramnya sebagai pulau para tahanan kelas kakap, pantai-pantai di Nusakambangan sungguh elok dan di buka sebagai tujuan wisata. Dengan pasir putihnya, saya rasa tidak kalah dengan pantai di Pangandaran.
Sehingga hati ini menjadi rindu untuk pulang. Apalagi Kang Nawar, seorang sahabat blogger di Cilacap, menyarankan saya pulang jika Jenuh di Jogja. Sayang waktu belum memungkinkan untuk beranjak sesaat dari Jogja.
Namun rangkaian berita di televisi atau tulisan di media cetak telah menimbulkan keprihatinan saya secara pribadi. Cilacap sedang banyak menjadi sorotan media massa. Saya pikir hampir semua dari anda pasti mengetahui bahwa Densus 88 Anti Teror sedang berkeliaran di Cilacap. Pengeboman Hotel JW. Marriot dan Ritz Carlton Jakarta telah mendorong investigasi dan pengejaran mereka sampai disalah satu kecamatan di Cilacap. Belum jelas sampai sejauh mana keterlibatan orang-orang yang ditangkap dan dicari tersebut. Hanya yang pasti sekali lagi Cilacap menjadi sorotan sebagai salah satu tempat bersembunyinya para pelaku rangkaian terorisme di Indonesia.
Rasanya tidak nyaman, karena orang tua dan saudara-saudara saya kebanyakan berasal dari Cilacap. Saya berdoa semoga mereka senantiasa dalam perlindungan Alloh SWT. Seperti misi Indonesia Unite maka tidak semestinya kita merasa takut dengan ancaman terorisme, hanya kewaspadaan setidaknya memang harus ditingkatkan.
Selain kasus pengejaran dan penangkapan Densus 88 Anti Teror terhadap sejumlah orang, berita “hitam” lainnya juga menjadi noda dalam sejarah Kabupaten Cilacap. Beberapa pejabat pemerintahan diperiksa dan menjadi terdakwa dalam kasus-kasus korupsi. Untuk hal ini saya merasa lega. Sebuah permasalahan aktual, sensitif dan sangat penting yang seharusnya ditangani pihak berwenang sejak dahulu. Saat sesekali pulang ke Cilacap, seringkali saya mendengar pembicaran mengenai kasus-kasus penyimpangan oleh sejumlah pejabat pemerintahan.
Hanya saja masyarakat secara umum belum mampu terlibat untuk melakukan check and balances. Bahkan kalau ada yang hendak melakukannya, justru mereka secara pribadi akan terancam eksistensinya. Ada banyak cerita mengenai hal tersebut. Biasanya mutasi menjadi “hukuman” bagi civil servant yang membantah kebijakan yang berlaku. Lebih ironis lagi keberadaan pemerintahan di Cilacap saat ini awalnya justru didukung oleh parpol yang memiliki label bersih. Ketika saya mempertanyakan kepada salah satu kadernya, ia hanya menjawab bahwa mereka “kecolongan” padahal kontrak politik sudah dilakukan.
Syukurlah ada sedikit perbaikan dengan adanya pemeriksaan dan tindakan terhadap sejumlah aparat pemerintah yang melakukan tindak penyimpangan dengan jabatan yang dimilikinya. Namun hal tersebut belum cukup. Siapapun yang berwenang menangani kasus-kasus tersebut semestinya memiliki kinerja dan integritas yang tinggi. Sehingga masyarakat yakin dengan penyelesaian kasus-kasus pemerintahan yang semestinya mengayomi masyarakat dan membawa sebuah wilayah kabupaten menjadi lebih baik lagi.
Apapun yang terjadi, saya tetap merasa rindu untuk pulang. Keinginan untuk membangun daerah sendiri masih menjadi sebuah harapan besar dihati saya. Meski saat ini saya berjuang untuk kemadirian di kota lain. Waktu yang akan menjawabnya. Semoga.
Sumber Gambar: dpkd.cilacapkab.go.id
Popularity: 2% [?]



Posted in
Tags: 








sound home sick i bet.. just come home on lebaran..!!
home sick i bet.. just come home on lebaran..!!
kita ini blogger, bukan teroris, yang punya hak untuk membela diri dan memberikan informasi agar pemberitaan media massa menjadi berimbang, hemmmm…
Kondisi Cilacap yang seperti itu sebenarnya hanyalah potret dari kehidupan masyarakat negeri ini. Apa yag terjadi di Cilacap juga terjadi di daerah lain.
Tetapi sebagai tanah kelahiran, wajar siapapun merasa rindu untuk kembali meski hanya sejenak.
beberapa kali lewat Cilacap tapi gak sempat mampir…
@ Akashiroo:…weit..dari Cilacap toh Bro….dalam rangka apa nih…
baru 3 minggu yang lalu aku ke cilacap. ke teluk penyu, segara anakan, ngeliat pertamina, pabrik holchim…. ‘n panassss….