Saya merasa tidak cukup hanya dengan bershodaqoh secara pribadi. Apalagi seruan untuk saling memberi dan berbagi dengan shodaqoh sedang gencar digalakkan. Ustadz Yusuf Mansur salah satu pelakunya. Segera saya sambungkan koneksi internet kemudian menyampaikan informasi ini kepada sahabat-sahabat lainnya. Saya gunakan akun facebook dan berkirim pesan kepada sejumlah sahabat.
Keesokan harinya Mas Anton, sahabat karib saya, bertandang kerumah. Padahal ia baru saja pulang dari Jakarta. Ia baru menyelesaikan sebuah tugas kerja, gurat kelelahan pun masih tampak di wajahnya. Ia memberikan sejumlah uang kepada saya yang diniatkan sebagai shodaqoh setelah membaca pesan saya. Kembali saya bertasbih dan mengucapkan syukur kepada Alloh Ta’ala. Mas Anton bahkan tidak mau menunda shodaqohnya, meski ia sedang kelelahan. Alloh yubarik fik, Mas Anton.
Tidak hanya sampai disitu, kemarin sahabat saya dan Bagus Totok Purnomo dan Intan Novitarina juga menelepon. Mereka langsung menyatakan niatnya untuk segera menyambut peluang shodaqoh yang saya sodorkan lewat pesan di akun facebook-nya. Bahkan mereka bermaksud untuk menjadi salah satu donatur rutin pada pesantren tersebut. Alhamdulillah. Semoga Alloh SWT jualah yang membalas amal ibadah anda sekalian Pak Bagus dan Bu Intan.
Saya merenung. Sungguh secara materi saya tidak mendapatkan apapun dari berbagi informasi shodaqoh ini. Tetapi hati saya sungguh bahagia, sangat lega dan merasa kasih sayang Alloh begitu luar biasa. Sehingga saya memberikan istilah pengalaman saya ini sebagai FAKTOR KALI SHODAQOH. Anda pasti tahu, banyak tokoh bisnis dan kebebasan finansial berusaha mengajarkan dan memaparkan cara untuk meningkatkan faktor kali bisnis dan keuntungan kita . Saya berpikir, mengapa tidak kita juga meningkatkan kapasitas shodaqoh kita dengan FAKTOR KALI SHODAQOH.
Mungkin FAKTOR KALI SHODAQOH hanya sekedar istilah saya. Kenyataannya, ajaran agama sudah banyak memaparkan hal ini juga. Apalagi Ustadz Yusuf Mansur sebagai salah satu biangnya shodaqoh, banyak mengajarkan hal ini. Kemudian segudang cerita dan pengalaman spiritual saudara-saudara kita mengenai keajaiban shodaqoh banyak ditemukan.
FAKTOR KALI SHODAQOH tidak bisa disamakan dengan keuntungan berlipat ganda dari bisnis property, bisnis franchise, ataupun bisnis online yang sedang marak. Namun saya rasa kita bisa menggunakan efek viral marketing melalui internet sebagai FAKTOR KALI shodaqoh kita. Sebenarnya bisa jadi anda pernah melakukannya. Ketika mem-forward e-mail berisi kebaikan, nasihat, ataupun peluang shodaqoh seperti yang saya lakukan. Keuntungannya tidak bisa langsung kita lihat dengan mata. Kenyataannya hal itu menjadi kewenangan Alloh SWT. Keikhlasan anda menjadi parameternya.
Jadi, saudara-saudaraku, sekali lagi hal ini sudah banyak dibahas , saya hanya mengingatkan kembali dari sudut pandang sisi positif internet dan facebook yang diharamkan serta pengalaman pribadi. Mungkin juga bagi anda yang begitu bersemangat menjadi affiliate atau reseller dalam bisnis online dan bahkan menjadi ahli dibidang tersebut, mengapa tidak anda manfaatkan aktifitas dan keahlian anda tersebut. FAKTOR KALI SHODAQOH bisa menjadi tantangan anda selanjutnya dan pemilik bisnis ini adalah Tuhan Yang Maha Esa, Alloh SWT. MARI BERBAGI.
Popularity: 5% [?]


Posted in
Tags: 








[...] Anda tidak harus sama seperti Andrea Hirata yang begitu banyak merubah hidup orang dengan tetralogi Laskar Pelanginya. Anda juga tidak mesti menjadi Mario Teguh yang mencerahkan pribadi dengan kata-katanya dalam Program Mario Teguh Golden Ways. Atau juga anda tidak seperti Ustadz Yusuf Mansur yang telah sukses dengan Faktor Kali Sedekah-nya. [...]
Bershadaqah adalah memberi pinjaman kepada Tuhan. Dan ketika Tuhan yang diberi pinjaman, Ia akan melunasi pinjaman yang kita berikan dengan bunga yang berlipat ganda.
ikhlas itu kuncinya…
hanya Allah yang tahu apa yang terbaik untuk kita…
@ Arief: ..hmm..OK juga Rief…
@ Yep: Thanks Yep….
[...] mengapa, setelah menulis masalah shodaqoh kemarin saya menemukan sebuah film menarik yang saya rasa berkaitan juga dengan perihal saling [...]
Luar biasa…sangat cemerlang Mas
Setuju..
Internet ataupun media teknologi yang sejenis akan memberikan kuntungan bagi sejumlah pihak tertentu…yang menghasilkan uang yang tidak sedikit..
tetapi…
Harta ataupun segala materi yang ada di dunia ataupun yang kita miliki bukanlah milik kita..
semua itu hanya titipan dari Sang Pencipta untuk kita mengabdi padaNya..
Dan ketika kita berbagi, akan ada nilai tambah yang akan memberikan kita jalan rizki yang lebih luas..
Semoga empunya internet ataupun media sejenis membaca…