YES! IS THE NEW NO!

Sesekali saya menonton film untuk mengusir kepenatan. Meski sangat suka menonton film, saya bukan seorang penggemar film yang harus selalu up to date dan nonton di bioskop. Bahkan film-film yang saya tonton cenderung sudah lama. Cukup pinjam ke rental DVD – yang original tentunya -, lalu memutarnya di laptop jadul saya. Saya lebih menikmati dan memahami content filmnya dengan cara itu. Selain itu cara ini juga saya ajarkan kepada teman-teman yang ingin belajar Bahasa Inggris. Cukup efektif menurut saya, apalagi dengan dukungan fasilitas english subtitle.

Entah mengapa, setelah menulis masalah shodaqoh kemarin saya menemukan sebuah film menarik yang saya rasa berkaitan juga dengan perihal saling memberi dan berbagi. Sebenarnya ini bukan film baru. Tetapi saya menyukai pesan di dalamnya.

Carl Allen (Jim Carrey) adalah seorang loan officer di sebuah bank swasta. Ia pribadi penyendiri, tertutup, dan sering menolak permintaan bantuan dari orang-orang disekitarnya. Demikian juga, ia sering menggugurkan pengajuan kredit pinjaman oleh para nasabah di bank tempatnya bekerja. Bahkan sahabat-sahabatnya menjauh karena sifat individualisnya.

Sampai suatu ketika ia menghadiri sebuah seminar motivasi berjudul YES! IS THE NEW NO! Seminar yang mengajarkannya untuk selalu mengatakan ya, untuk apapun juga. Seminar yang memotivasi dia menerima setiap peluang yang datang dalam kehidupannya. Carl kemudian berubah menjadi seorang pribadi yang berbeda. Dia menjadi seseorang yang terbuka, pemurah dan banyak membantu orang-orang yang membutuhkan. Dia juga akhirnya mencoba banyak hal dari kursus gitar hingga menjadi relawan untuk para tunawisma. Pastinya dia juga banyak memberi.

Hal itu juga berimbas pada pekerjaannya. Biasanya setiap loan officer hanya akan menyetujui 30-40 pinjaman setiap bulan. Sementara Carl telah memberikan pinjaman kepada 561 orang dalam satu bulan. Namun hasilnya luar biasa, karena setiap orang amat bersyukur mendapatkan pinjaman, tingkat pengembalian mencapai 98%. Para petinggi korporat di bank itu akhirnya mengangkat Carl ke jabatan yang lebih tinggi, pada jajaran korporat bank. Semua karena ia senantiasa mengatakan YA. Tidak hanya sampai disitu, bahkan orang-orang yang ia setujui pinjamannya kemudian bisa membantunya saat dia mengalami kesulitan. Lebih lanjut lagi mereka bekerjasama dalam kegiatan amal juga.

Hanya saja memang, dalam dunia sesungguhnya, tentu kita tidak bisa serta merta mengatakan Ya, untuk semua hal. Harus ada pertimbangan yang rasional. Bisa-bisa kita malah terjebak masalah kalau senantiasa mengatakan Ya. Terrence Bundley, sang motivator seminar dalam film ini pun berkata,

Kamu harus tahu bagaimana menggunakan kata Ya. Kamu mengatakan Ya, karena dalam hatimu kamu menginginkannya, bukan karena terpaksa.

Lihatlah, Carl. Kita bisa menemukan konsep universal FAKTOR KALI SHODAQOH disana. Ia mengatakan Ya untuk membantu. Carl juga mengatakan Ya, untuk mencoba sesuatu yang baru. Ia kemudian menemukan banyak kejutan-kejutan yang membuat hidupnya dinamis dan penuh warna. Ia telah keluar dari zona amannya.

Terlepas dari baik atau buruknya sisi sinematografi film ini, saya tidak meresensinya dari sudut pandang itu. Saya hanya mengambil pesan kebaikan, semangat dan motivasi didalamnya. Maka YES! (could be) IS THE NEW NO! Sehingga dengan gaya Mario Teguh, saya membuat sebuah kutipan,

Katakan Ya! untuk setiap peluang kebaikan, lalu perhatikanlah apa yang terjadi”. “Begitu.” :-)

Popularity: 1% [?]

You can leave a response, or trackback from your own site.

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

6 Responses to “YES! IS THE NEW NO!”

  1. “ya” adalah indikator optimisme…
    pikir dan hati yang positif…

    (yang pertama masuk spam ya?)

  2. joko santoso says:

    so, katakan ya untuk kebaikan

  3. ferdy says:

    @ DV: …sip mas…optimisme memang senantiasa diperlukan.

  4. DV says:

    Suka resensimu!
    Aku selalu suka sesuatu yang bersifat optimis.
    Ketika dunia sudah semakin penat dan pekat begini, optimisme adalah obat ampuh penakluknya :)

  5. ferdy says:

    @ iskandaria: sepakat bang …..

  6. iskandaria says:

    Sedekah akan punya kekuatan untuk menarik barokah dan rezeki berlipat ganda kalo niatnya benar-benar tulus :)

    Tapi kalo niatnya kurang tulus, energi yang terkandung di balik sedekah tersebut jadi berkurang.

Leave a Reply

Personal Relationships blogs & blog posts BlogRankers.com Blog Directory Small Business Blogs - BlogCatalog Blog Directory Blog Directory & Search engine
Powered by WordPress | Brand New Cheap Sprint Phones for Sale. | Thanks to Palm Pre Blog, MMORPG Wallpapers and Homes For Sale