BELAJAR DARI MEGATRUH

Tempat tinggal saya di Jogja tidak jauh dari lingkungan para seniman. Sehingga banyak keunikan dan nuansa seni tentunya. Meski saya pribadi bukan orang yang memiliki latar belakang seni atau kemampuan seni, saya senang menikmati seni.

Beberapa waktu terakhir ini saya memiliki teman baru. Seorang bocah lelaki kecil, Megatruh namanya. Ia dan saudara-saudaranya memiliki nama yang indah menurut saya. Lihat saja, kakak perempuannya bernama Kinanthi. Sedang adik kecilnya bernama Dandang Gendhis. Nama-nama mereka adalah Tembang Macapat. Lagu-lagu klasik legendaris di Jawa Tengah dan Yogyakarta, yang hampir terlupakan.

Megatruh memang bocah lelaki kecil. Tetapi ia adalah seniman. Ia rutin menari profesional di Ramayana Ballet Purawisata Yogyakarta. Ia sering menjadi pasukan kera kecil bala tentara Hanoman. Terakhir dia bercerita sudah naik tingkat menjadi kera yang lebih tinggi jabatannya. Saat ini ia juga mendalami tarian klasik Jawa.

Selain menari, sederet film pernah ia bintangi. Mayoritas adalah film-film indie buatan mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta atau para filmmaker dari Bandung. Para filmmaker itu suka bekerja dengan Megatruh. Menurut mereka, cara Megatruh bergerak saja sudah merupakan akting hebat tanpa perlu banyak kata-kata. Ia memiliki bakat akting yang natural.

Belum lama ini ia terlibat pembuatan sebuah film komersial. Lawan mainnya pun aktor terkenal, Tora Sudiro. Saat pembuatan film tersebut ia diminta menjadi pemeran pembantu utama. Jumlah adegan yang ia mainkanpun hanya selisih 4 scene dengan Tora Sudiro. Film ini memberikan Megatruh kesempatan untuk berakting sebagai preman kecil sahabat Tora Sudiro yang juga berperan sebagai preman.

Peran sebagai preman kemudian mengharuskannya mengucapkan sejumlah kata-kata kasar dan makian. Sebuah hal yang tidak pernah dilakukan oleh Megatruh. Bahkan untuk berkata “asem ki!” yang mungkin masih dianggap biasa, Megatruh tidak pernah dan tidak bisa melakukannya. Bahkan dengan iming-iming honor besar sebagai pemeran pembantu dan meyakinkan bahwa itu hanyalah adegan film, kru film tersebut berusaha membujuk Megatruh melakukannya. Setelah berjam-jam sang sutradara tetap tidak bisa memaksanya. Megatruh tidak bisa memaki dan berkata kasar. Ia berkata dengan polos, “Aku tidak bisa dan aku tidak mau melakukannya”

Akhirnya posisi Megatruh sebagai pemeran pembantu utama digeser oleh anak lelaki lainnya. Ia hanya kebagian peran biasa. Peran yang tidak terdapat dialog kasar dan makian didalamnya. Megatruh tetap bertahan dengan keluguan dan fitrahnya sebagai bocah lelaki kecil yang bersih pikir, hati dan perilakunya.

Orang tuanya justru merasa sangat lega. Iming-iming honor besar untuk peran yang seharusnya dilakoni Megatruh tidak membuat mereka kemudian merasa kehilangan nilai uang besar yang bisa didapat anaknya. Bapaknya bahkan bersyukur, karena ia justru khawatir bila mungkin penghasilan anaknya besar dari film ini. Ia ingin tetap mempertahankan kesederhanaan keluarga mereka. Sungguh, sebagai tetangga, saya melihat kehidupan mereka sangat bersahaja.

Saya menunduk terdiam dan memejamkan mata setelah mendengar cerita dari orangtua Megatruh itu. Sungguh saya malu bercermin pada pengalaman Megatruh. Sebagai orang dewasa kadang tanpa sadar saya khilaf dan mengumpat kecil. Kebiasaan buruk yang bisa meracuni diri bila tidak dihentikan.

Apa yang dialami Megatruh juga semestinya menjadi pelajaran bagi dunia seni peran dan orang tua. Cobalah anda bandingkan dengan anak-anak yang diusia masih sangat muda mampu berpenghasilan sangat tinggi melalui sinetron atau film yang di bintanginya. Saya pernah melihat beberapa akting mereka yang digambarkan begitu mirip cara orang dewasa berseteru dan melakukan konflik. Bahkan adegan bullying di sekolah dengan seragam merah putih kadang muncul disana-sini. Orang tuanya pun begitu bangga dengan jadwal syuting dan dunia selebritas, yang justru telah mengubur masa kecil mereka yang penuh kebebasan dan kepolosan. Anak-anak itu telah menjadi boneka.

Popularity: 2% [?]

You can leave a response, or trackback from your own site.

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

7 Responses to “BELAJAR DARI MEGATRUH”

  1. bintangkecil says:

    ternyata benar ya…
    kdang kepolosan dan kejujuran seorang anak manusia itu, mengalahkan segalanya..
    jadi inget noteku yang dulu, waktu ada anak bilang semut raksasa… hhe

  2. Bonank says:

    Kisah yang membanggakan ! Boleh di-share kah ??
    Megatruh ? Saya sedikit merinding dengan nama itu,…. Megatruh.. Megat ruh artinya memutus ruh. Suasana dukacita yang mendalam. Bukan suasana perasaan semata, tetapi suasana ruh yang putus dan berada dalam alam kelam

  3. Arief says:

    Kenapa baru terbaca ya?
    hehehehehe…
    Megatruh…nama yang indah…asal bukan pocung aja hehehehehe…

    tapi bener koq om…media kita, terutama televisi dan media film indonesia yang sekarang lebih mendominasi, bahkan mengeksploitasi pikiran kita, perilaku kita..
    Seharusnya mereka menyisipkan pembelajaran yang indah bagi generasi penerus bangsa..bukannya mengajarkan tentang arogansi, teror, dendam, ataupun perilaku2 yang tidak pantas dilakukan..terutama oleh anak2 dan para pengasuh mereka….

  4. Yuyun Elita says:

    love the story.. love megathru, love u’r idea to jot it down.. love at all. i’m wondering is it a must for ‘preman’ to say bad word..? i think it’ll be something different n amzing if indonesian movie show ‘premanisme’ in the other way.. preman who still keep manner n norm. how do u think..?

  5. Mus says:

    Assalamu ‘Alaikum Wr. Wb,
    Barangkali banyak khilaf dalam menulis dan berkomentar, izinkan hamba yang hina ini mengharaf maaf, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Semoga Kita Semua diberi kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan setiap PerintahNya, Amiin…

    Sahabat! Jika berkenan, sudilah kiranya menempatkan nama Rusli Zainal Sang Visioner di bagian Blogroll blog Sahabat, setidaknya sampai 12 sept sahaja. Keikhlasan bantuan BACKLINK dari sahabat amat sangatlah berarti bagi saya, tiada yang dapat yang berikan sebagai gantinya, kecuali Backlink balik dan Do’a Jazakumullahu Khoirol Jaza’ wa Syukroon Katsiron ‘ala Nushrikum.
    Wassalamu ‘Alaikum Wr. Wb

  6. wew……..
    _______________________________________________________
    http://WWW.KENALANYUK.COM <== facebook buatan INDONESIAA ASLIIII!!! AYOOO GABUNG!!!!

  7. menirukan orang dan seni peran mengajarkan kita untuk “mengumpat”. betul itu…

    makanya kita harus berusaha meniru orang yang baik ketimbang belajar jadi penjahat.

Leave a Reply

Personal Relationships blogs & blog posts BlogRankers.com Blog Directory Small Business Blogs - BlogCatalog Blog Directory Blog Directory & Search engine
Powered by WordPress | Brand New Cheap Sprint Phones for Sale. | Thanks to Palm Pre Blog, MMORPG Wallpapers and Homes For Sale