END OF RAMADHAN: MUDIK DAN KEBAHAGIAAN

Kira-kira 9 hari lagi kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh penjuru dunia akan mendapati dirinya pada penghujung Ramadhan 1430 Hijriah. Rasanya waktu yang sangat singkat untuk mendapatkan segala kesempurnaan Ramadhan. Jiwa ini pun merasa belum sepenuhnya melaksanakan ibadah-ibadah dengan baik. Lagi-lagi alasan aktivitas dan pekerjaan. Namun syukurlah, ada kesempatan bagi saya untuk menghentikan rutinitas keseharian. Saya bisa pulang mudik lebih cepat. InsyaAlloh masih ada waktu untuk mencari kasih Alloh SWT.

Kini mudik mulai menjadi bahan pembahasan di media massa. Aparatur pemerintah di bidang transportasi dan pekerjaan umum juga bekerja keras untuk menyelesaikan perbaikan jalan serta  persiapan angkutan dan arus mudik. Nampaknya ada beberapa bidang yang menuntut staffnya untuk bekerja ekstra juga saat Hari Raya Idul Fitri 1430 H.

Contohnya Kepolisian RI dan Perusahaan Listrik Negara. Sebuah resiko yang harus diterima oleh mereka yang memilih profesi tersebut. Namun  kalau tidak ada mereka, pasti akan banyak kekacauan. Bayangkan kalau karyawan PLN mogok kerja saat Idul Fitri. Bisa-bisa Idul Fitri kita gelap gulita dengan segudang alasan penyebabnya.

Bagaimana dengan anda? Apakah mudik juga?

Selama ini saya merayakan Idul Fitri selalu bersama orangtua dan adik-adik di rumah Cilacap. Akan tetapi tahun ini, saya tidak bisa langsung kesana. Saya harus pulang ke Kudus terlebih dahulu. Kota tempat kelahiran istri saya tercinta. Hmm, saya harus menyadari, sudah memiliki dua keluarga besar. Walhasil, harus pandai-pandai membagi waktu selama idul fitri ini. Silaturrahmi memang bisa setiap waktu. Namun, kenikmatan silaturrahmi Idul Fitri menjadi momen yang selalu ditunggu.

Pulang senantiasa menimbulkan kebahagiaan dan semangat tersendiri bagi saya. Mungkin juga anda. Dengan waktu libur yang lebih panjang saya berkesempatan untuk menutup Ramadhan ini dengan baik. Demikian halnya kesempatan bersilaturrahmi jauh lebih besar. Ada dua kota tujuan saya. Ada banyak rencana pula untuk bisa mempelajari hal-hal baru selama berada dikota tersebut. Artinya, pulang saat mudik seharusnya memang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Biasanya dengan bertukar pikiran dan cerita selama silaturrahmi akan memunculkan kesegaran baru dan ide-ide baru di kepala. Sesuatu yang bisa memotivasi diri saat kelak kembali pada aktivitas sehari-hari. Demikian juga mengamati perubahan-perubahan yang terjadi ditempat kelahiran, juga bisa memunculkan intuisi dan inspirasi. Tinggal bagaimana kita mengaturnya.

Ada banyak orang yang bergembira. Namun tidak semua orang bahagia. Saya tersenyum menyimak penuturan Mario Teguh semalam. Sang empunya acara Mario Teguh Golden Ways ini diminta untuk berkomentar panjang mengenai kebiasaan orang Indonesia dalam menghadapi lebaran. Kebanyakan orang dan orang kebanyakan akan memperbesar budget pengeluarannya selama Lebaran.

Menurutnya orang-orang tersebut memaksakan hal yang tidak sesuai kemampuannya. Maka orang-orang tersebut bergembira namun tidak bahagia, karena ia masih menyisakan beban. Hutang misalnya untuk memenuhi kebutuhan Lebarannya. Itulah mengapa ada orang yang bergembira, namun tidak semua orang bahagia. Karena kebahagiaan adalah kegembiraan dalam kedamaian yang penuh kesyukuran, demikian menurut Mario Teguh.

Benar juga. Kenyataannya tradisi untuk meng-adakan sesuatu yang serba baru saat lebaran seperti menjadi budaya. Menahan diri, itu yang semestinya menjadi perhitungan kita saat menghadapi musim lebaran seperti saat ini.

Mungkin juga ada banyak orang yang belum bahagia sepenuhnya. Mereka yang berencana merayakan Idul Fitri bersama keluarganya, tiba-tiba sebatangkara saat Alloh SWT berkehendak memanggil seluruh anggota keluarganya melalui kematian saat Ramadhan. Sungguh sejatinya kita memang tidak pernah tahu apa yang menjadi kehendak Alloh SWT. Maka semoga kebahagiaan kita pun harus dibagi dalam doa untuk mereka yang dirundung duka.

Popularity: 1% [?]

You can leave a response, or trackback from your own site.

This website uses IntenseDebate comments, but they are not currently loaded because either your browser doesn't support JavaScript, or they didn't load fast enough.

4 Responses to “END OF RAMADHAN: MUDIK DAN KEBAHAGIAAN”

  1. Munawar AM says:

    Kudus-Cilacap,
    dari Pantura ke Jalur Selatan Selatan Trans Jawa;

    Selamat idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin. Mampir ke gubug Saya, Mas…!!

  2. aprillins says:

    mas Adi sudah lama kita tidak bersua.. kali ini saya ingin mengucap maaf kepada mas Adi apabila di masa yang lalu ada tutur kata dalam posting yang dapat menyinggung perasaan atau apa pun itu..
    Happy idul fitri, dan mohon maaf lahir dan batin yaa mas adii :)

  3. donnyprayudi says:

    Ferdi, hmm..kamu mudik yah? hati2 di jalan. jangan lupa oleh2 yah. saya bingung mudik ke mana yah enaknya..

  4. racheedus says:

    Mudik bagi saya merupakan sesuatu yang mewah. Kalau tidak pintar menabung, saya hanya bermimpi bisa mudik ke kampung halaman di pulau seberang.

Leave a Reply

Personal Relationships blogs & blog posts BlogRankers.com Blog Directory Small Business Blogs - BlogCatalog Blog Directory Blog Directory & Search engine
Powered by WordPress | Brand New Cheap Sprint Phones for Sale. | Thanks to Palm Pre Blog, MMORPG Wallpapers and Homes For Sale