Kemarin Hari Ahad, saya berkunjung ke Solo menjumpai adik saya. Setelah lebaran lama kita tidak berjumpa. Meskipun lebaran baru kemarin, tapi buat saya berkomunikasi dengan adik, saudara sedarah saya, tidak bisa di buat lama. Selama saya ada waktu dan bisa bertemu langsung, maka hal tersebut harus dilakukan. Silaturrahim dan komunikasi harus dilakukan demi saling membangun, karena kami sama-sama muda dan perlu saling mendukung.
Alhamdulillah tidak hanya bertemu dengan adik saya, namun saya juga berkesempatan untuk berjumpa dengan sahabat-sahabatnya yang juga telah menjadi sahabat-sahabat saya juga. Pertemuan dengan mereka juga layaknya kopi darat. Ketika beberapa waktu terakhir kita lebih sering berkomunikasi di dunia maya. Ada yang chat melalui facebook atau bahkan ada diantara mereka yang ternyata seorang pemerhati blog saya ini, Arief Wibowo namanya. Bahagia rasanya ada yang memperhatikan blog sederhana yang sering dikorbankan pemiliknya karena krisis konsistensi menulis.
Pertanyaan Arief kemarin saat menikmati pagi dengan minum kopi ditemani sejumlah camilan, menggugah pemikiran dan “krenteg” (hasrat: demikian orang Jawa bilang) saya untuk menulis kembali. Bukan hanya pertanyaan mungkin ya, tetapi juga ada nada menyayangkan ketika saya lama tidak pernah membangunkan blog ini dengan tulisan-tulisan yang mungkin bisa menyemai kehidupan. Maka jawaban saya pun klasik, banyak hal dan banyak pekerjaan. Padahal sekali lagi krisis konsistensi menulis yang menjadi masalah.
Lucunya kemudian saya mencoba mendorongnya untuk membuat blog. Saya bilang menulis itu gampang kok, seperti kita ngomong. Tulis saja apa yang kita omongkan. Ah, gampang sekali saya berteori. Nyatanya saya sendiri pun belum konsisten dalam menulis minimal sehari satu tulisan. Tapi terimakasih sekali Rief. Kadang berbincang dengan teman dan bertukar pemikiran bisa menjadi bahan refleksi kita. Bisa membuat kita berkaca. Buktinya, Alhamdulillah, kamu menyadarkan saya untuk menulis lagi, untuk berbagi lagi.
Konsistensi kebetulan menjadi tema yang paling saya banyak baca beberapa waktu terakhir ini. Baik saya mencarinya, ataupun Tuhan yang menuntun saya kepada tulisan-tulisan yang membangun jiwa. Kadang dalam kondisi sulit dan terhimpit serta merasa beban begitu banyak, saya memang berusaha menghikmati, bisa jadi inspirasi tetap senantiasa membersamai. Alhamdulillah demikian adanya.
Mulai dari buku tetralogi Laskar Pelangi yang sarat dengan harapan, sampai e-book baru Joe Vitale berjudul Attract Money Now semuanya sarat dengan konsistensi terhadap mimpi dan harapan, ketika kita tetap harus berjuang dengan kondisi apapun. Bahkan saya mendapati tulisan-tulisan di koran lama yang teronggok sarat dengan tema motivasi, padahal awalnya saya hanya iseng memungut dan membacanya.
Bisa jadi ketika kita terus berpikir positif dan melakukan pencarian serta tetap bekerja dan berjuang dalam kondisi apapun maka alam akan senantiasa memberikan kita jawaban atas setiap pertanyaan kita. Seperti halnya konsep Mestakung atau semesta mendukung yang dipopulerkan oleh Profesor Yohanes Surya, ketika kita berupaya dengan sangat keras, maka secara alami segala hal di sekitar kita akan mulai mendukung kita. Seperti ada keberuntungan yang terus menerus datang untuk melapangkan jalan kita.
Menulis kembali adalah bagian pencarian saya. Karena memang hidup ini perjuangan dan pencarian untuk menemukan butir-butir perhiasan terbaik untuk memuliakan hidup kita. Satu hal yang pasti kemuliaan kita merupakan berkah setelah kita benar-benar memuliakan Tuhan.
Semoga.
Popularity: 1% [?]


Posted in
Tags: 








wah mas adi belum pulang nih yaa.. hehe
wah.. sekarang sudah ngeblog lagi nih..
Tulis saja apa yang kita omongkan. Ah, gampang sekali saya berteori. memang ini teorinya tapi sulit tetapi paksain!
Nyatanya saya sendiri pun belum konsisten dalam menulis minimal sehari satu tulisan saya melakukan 1 hari 1 tulisan ini dengan melist terlebih dahulu di notepad maupun Ms-word topik topik harian untuk 2 minggu yang akan saya tulis dengan mencantumkan tanggal2nya lalu diprint supaya kelihatan setiap hari dan menganggapnya layaknya kewajiban.. ehehehe
Waduh….
koq jadi ngerasa gimanaaaa gitu yah…
kemarin katanya cuman “tunggu aja di profil atau status siapa yang akan ada perubahan” eh ternyata sampai dapat kehormatan ketika sebuah nama dipakai dalam sebuah judul…
btw makasih atas kunjungannya ke solo..
maaf ga bisa kasih sambutan yang bisa menghangatkan diantara dingin malam…
makasih banyak mas…