Rutinitas sehari-hari kadangkala menimbulkan kejenuhan. Tak terkecuali saya juga merasakan hal yang sama. Apalagi jika volume rutinitas itu meningkat. Rasanya tidak memiliki waktu untuk diri sendiri. Terlebih waktu-waktu yang berkualitas untuk pengembangan diri. Seperti menulis. Seringkali, kelelahan telah menyembunyikan ide kreatif dibalik bantal dan tempat-tempat yang begitu nyaman untuk sekedar meletakkan punggung yang seharian ditegak-tegakkan demi menghadapi tantangan matahari.
Terdengar seperti pemakluman diri ya, yang seharusnya ditinggalkan jauh-jauh di kilometer nol dibelakang langkah yang penuh semangat. Baiklah, kemudian sejatinya tidak ada pilihan lain untuk terus mencoba yang terbaik, melakukan yang terbaik dan mendapatkan hasil yang terbaik.
Mengapa harus baik? Kebaikan memang menjadi teman sejati kita, bahkan sebelum tubuh kita hidup, jiwa telah menjadi baik dan merupakan hakikat kebaikan dalam diri setiap individu manusia. Maka afirmasi kebaikan memang selayaknya disematkan pada diri kita bersama, setiap saat. Peristiwa sehari-hari dan pergaulan antar manusia kadang sangat mempengaruhi kita. Perubahan bisa terjadi kapan saja. Nah, hanya kita yg mampu setiap hari memperkuat diri dengan afirmasi kebaikan. Selain juga yang utama adalah senantiasa berbicara pada Tuhan dengan penuh prasangka kebaikan.
Maka bisa saja atau memang sudah seharusnya segala aktivitas kehidupan kita adalah dalam rangka pencarian kebaikan. Lalu menjalani rutinitas sehari-hari saat ini diupayakan menjadi batu-batu pijakan dalam rangka mencari kehidupan yang lebih baik.
Benar adanya, ketika kita bersedekah satu maka balasan yang kembali lagi kepada kita adalah sepuluh kali lipatnya. Demikian halnya kita ketika melakukan pencarian kebaikan, maka yakinlah Tuhan akan mempertemukan kita dengan-orang yang luar biasa sarat dengan gairah kebaikan. Mereka hanya akan bisa kita temui pada tempat-tempat dan waktu-waktu yang sesungguhnya kita gunakan untuk pencarian kebaikan.
Saya tidak pernah ingin berhenti dalam pencarian kebaikan ini. Seperti kita tidak bisa berhenti bernafas. Kebaikan menjadi bahan bakar utama untuk membuat hidup kita lebih berkualitas. Terlebih lagi pencarian kebaikan tersebut memiliki tujuan yang jelas. Disinilah saya semakin memahami mengapa kita harus memiliki kekuatan visi dan misi dalam hidup. Saya bertemu dengan orang-orang yang mengajarkan saya betapa ada alas an yang begitu kuat, untuk membuat hidup kita jauh lebih baik. Alasan itu menjadi sebuah tujuan, yakni membahagiakan orang-orang yang kita cintai.
Kekuatan tujuan dan alasan-alasan untuk mencapai tujuan tersebut akan mampu mendongkrak kapasitas pribadi kita. Rasanya setiap langkah akan menjadi lebih ringan. Pandangan mata kita akan jauh lebih tajam. Begitu mudah kita tersenyum penuh keikhlasan.
Maka mulai saat ini, betapapun berat jalan yang harus kita lalui, alasan yang kuat telah mendorong kita. Bayangan kebahagiaan pada setiap tujuan telah menghidupkan jiwa kita untuk bertahan dalam kondisi apapun. Semakin baik kita, semakin cepat kita dipertemukan dengan orang-orang yang baik.
Ada tempat yang kita tuju. Ada waktu dimana kita berhenti. Ketika kita mencapainya, ada perjalanan baru yang lebih baik lagi dan lebih besar lagi untuk kebaikan. Demikian seterusnya. Hingga akhir dari segala tujuan kita adalah kebaikan terbesar yang tak mampu kita bayangkan. Sebuah tujuan akhir yang menjadi harapan bagi setiap pemeluk agama-agama yang disimbolisasikan dengan kata Surga.
Popularity: 1% [?]


Posted in
Tags: 








memang benar bahwa membayangkan kebahagiaan yang akan tercapai itu sangat membangkitkan gairah.. ya yang penting tahan banting untuk mendapatkannya.. namanya juga hidup