Sepinggan International Airport

Menikmati Perjalanan Mengikat Keberkahan

Pagi ini saya sangat terburu berangkat menuju Bandara Adisucipto. Mobil yang semestinya mengantar saya lebih awal terlambat datang. Walhasil, driver kantor saya ini minta ijin memacu kendaraannya lebih cepat. Saya OK-OK saja, karena memang mengejar waktu check-in dan boarding. Tapi manuvernya di sepanjang jalanan pagi menuju ke bandara tidak mampu meredam cemas saya.

Setelah beberapa waktu, saya tiba di Bandara Adisucipto Yogyakarta. Saya minta tolong porter untuk mengangkut barang bawaan saya yang cukup banyak untuk keperluan inhouse training di Pupuk Kaltim. Porter tersebut memahami saya yang tergesa. Dia meminta saya berlari untuk check-in, sementara dia mengangkut barang-barang saya dan membawanya untuk di bungkus aman dengan wrapping plastik.

Alhamdulillah, saya masih bisa check-in. Meskipun nama saya sudah di panggil-panggil, sebagai orang terakhir yang belum masuk pesawat. Saya berlari juga menuju ke Gate 2 dan segera naik ke pesawat. Saya berpikir, biasanya jika menggunakan maskapai L*on Air ini banyak delay-nya. Kali ini, bahkan 30 menit sebelum pesawat dijadwalkan berangkat, semua sudah siap. HuuftAlhamdulillah sekali lagi, saya duduk dengan nyaman di barisan paling depan. Last minute and I made it.

Sambil tersenyum manis, pramugari di bagian depan meminta saya menaruh tas di depan tempat duduk karena bagasi bagian atas sudah penuh. Saya letakkan dengan seksama dan menyelonjorkan kaki. Menikmati lapar karena belum sarapan pagi. Saya pejamkan mata saja karena sungguh masih mengantuk sejak berkemas untuk berangkat jam 3 dini hari tadi.

Ini merupakan perjalanan pertama saya keluar Jawa di tahun 2018 dan kali kelima berkunjung ke Bontang, Kalimantan Timur. Tepatnya saya kembali menuju PT. Pupuk Kalimantan Timur yang telah mempercayai saya dan tim untuk kembali menjadi mitra dalam pelaksanaan beberapa inhouse training di tahun 2017 yang lalu. Pada awal tahun ini, saya menyelesaikan proses yang cukup seru dan memenangkan 2 tender dari 4  tender yang di buka di awal tahun. Saya manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang diberikan Tuhan ini dan membuka pintu-pintu komunikasi agar project ini berakselerasi.

Setelah kurang lebih satu jam tiga puluh menit, Alhamdulillah pesawat yang saya tumpangi mendarat sempurna di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan. Waktu masih menunjukkan pukul 09.30 WITA. Saya pikir masih ada kesempatan untuk segera mendaftarkan diri saya dan naik ke pesawat menuju Bontang pukul 11.00 WITA. Saya bergegas menuju kantor Nusantara Air – Pupuk Kaltim.

Sepinggan International Airport

Setiba disana saya berjumpa dengan Pak Tris, yang mengurus perjalanan. Setelah di cek ternyata hanya dua nama Master Asesor yang menjadi pemateri dalam inhouse training yang akan saya laksanakan. Pak Jumari dan Pak Bambang Purwono yang ditugaskan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mendapatkan seat pesawat ke Bontang pukul 11.00 WITA. Sedangkan saya terjadwal untuk terbang pada pukul 13.30. Baiklah, masih ada waktu sekitar empat jam untuk menikmati Sepinggan International Airport ini.

Semua barang bawaan saya yang dua karung berisi training kit dan satu travel bag diminta Pak Tris untuk diletakkan di check-in counter Nusantara Air. Beberapa orang yang mengurusi maskapai Pupuk Kaltim tersebut sudah familiar dengan wajah saya. Mereka tersenyum ramah dan langsung meminta barang-barang tersebut untuk mereka bawa dan diurus masuk ke bagasi pesawat. Senang sekali dimudahkan oleh mereka. Saya “diusir” oleh mereka untuk menikmati jalan-jalan di bandara ini.

RESTORAN ONDE MANDE SEPINGGAN AIRPORTSaya langsung menuju Rumah Makan Onde Mande Bandara Sepinggan. Tempat langganan untuk mengisi perut yang kosong sejak pagi. Saya selalu suka tempat ini. Selepas makan, masih bisa duduk berlama-lama sambil bersandar ditempat yang santai. Port charger tersedia di kanan kiri tempat duduk. Sehingga mudah juga bagi saya memberi makan smartphone dan laptop yang juga lapar energi. Menunggu lama dalam perjalanan seringkali menjadi bahan inspirasi untuk membuat tulisan.

Closing Dulu Sama Allah, Baru Closing Sales Kamu

Menjelang pukul 12.00 WITA saya putuskan untuk berkemas. Saya save hasil ketikan saya, menutup laptop dan memasukkan segala sesuatunya ke dalam backpack. Sambil mengangguk tersenyum, saya ucapkan terimakasih kepada para pelayan Onde Mande. Saya menuju tempat sholat terdekat untuk menunaikan sholat dzuhur. Sampai di mushola tersebut, suasana tampak sepi, namun terdapat dua pasang sepatu. Saya segera mengambil wudhu dan memasuki mushola tersebut. Ternyata ada dua orang lelaki disana yang sudah duduk menunggu waktu sholat.

Saat saya bertanya apakah mereka sudah sholat, salah satunya menjawab sepertinya belum masuk waktu dzuhur. Olala, saya lupa ini di Balikpapan dan waktu sholatnya berbeda dengan di Yogyakarta. Baiklah, saya ikut duduk bersama mereka menunggu dzuhur tiba. Saya melirik tas ransel yang diletakkan di samping salah satu lelaki tersebut. Tas itu berlogokan salah satu vendor training kompetitor saya.

Hmm, saya menggumam dalam hati. Sepertinya tempat ini banyak menjadi tempat pertemuan dan persinggahan bisnis konsultan dan pelatihan. Tidak lama kemudian beberapa orang berdatangan, salah satunya mengumandangkan iqomah dan satu orang lainnya kami minta menjadi imam. Alhamdulillah, kami tunaikan sholat berjamaah, mengharap limpahan rahmat dan barokah dalam perjalanan-perjalanan yang kami tunaikan.

Selepas dzuhur berjamaah itu, saya kemudian duduk bersebelahan dengan laki-laki yang memiliki tas berlogokan vendor training itu.  Sambil mengenakan sepatu, saya langsung bertanya kepadanya, apakah dia dari Semarang. Saya menebak karena logo vendor training itu dari Semarang. Ternyata benar. Usut punya usut, dia hanya peserta training di vendor tersebut. Pekerjaannya sekarang adalah konsultan pertambangan.

Dia pun bertanya aktivitas saya. Maka dengan senang hati saya ceritakan aktivitas saya sebagai trainer dan pengelola training provider. Perlahan namun pasti dia mulai tertarik dengan apa yang saya sampaikan. Dia sendiri bahkan menyimpulkan bahwa vendor training yang menjadi pilihannya selama ini tidak lagi bisa memfasilitasi beberapa kebutuhan training dan sertifikasi yang dia kehendaki sebagai seorang konsultan.

Selanjutnya..well, you know…what most marketers wanted. Dia terus bertanya dan berkonsultasi. Yes, I lock him dan terus dengan senang hati saya bercerita saja tentang hidup ini..halah…hahaha

Sayang sekali, dia harus melanjutkan penerbangan ke Sulawesi dan saya harus segera check-in di counter Nusantara Air, pesawat kecil yang akan membawa saya ke Bontang. Dia menyampaikan mohon dihubungi untuk event training selanjutnya. Cukup saja kami akhir perbicangan singkat tersebut dan saya sodorkan lembar sakti bernama kartu nama yang tentunya harus saya lanjutkan cerita ini dengan komunikasi bernama follow up.

Sambil saya bilang kepadanya,

“Oh iya pak, jika browsing, jangan lupa buka website keren bernama http://ferditraining.com/ “ . Belum lengkap, tapi boleh dikunjungi”, demikian tutur saya sambil menjabat tangannya erat. Penuh semangat, saya lanjutkan petualangan ini ke Bontang. Teringat kata-kata Helen Keller yang terkenal,

Life is either a daring adventure or nothing at all.

 

Image sources:

https://sepinggan-airport.com/id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *