Semua yang tertulis adalah perjalanan jiwa……………..

SATU - TUHAN

- ZIARAH -

Ditanah merah ini

maruta menyapu buana

dengan harum nafas kamboja

wanginya tercitra pesan

untuk para pecinta dunia

atas kematian yang selalu terjaga

mereka lalu menggeliat bangkit,

menari-nari bersama dzikir-dzikir membahana

para pecinta Cinta

menggeleng-gelengkan kepala

dan menggemakan doa ke kubah Sang Pemilik Jiwa

dengan telapak-telapak jiwa

menengadah..menghiba…tertunduk..tersungkur

pada kesujudan nyata

sedalam samudra ketiadaan tanpa-NYA

September 5, 2007…depan Pasar Legi..saat tercium  bunga-bunga ziarah 06.25

-subuh-

Ibu…

Aku terusik pada reguk malam yang purna

Oleh belai lembut dan harum nafas nirwana

Ibu..

Lorong-lorong itu kumasuki dengan segenap hikmat

Menggapai kerinduan-kerinduanku yang semakin sarat

Dekap padaNya yang semakin mendekat

Kan kuluruhkan hidup dan mati serta lelah tak terperi

Ibu…

Aku suka berbicara padamu

Tentang daun-daun basah mandi hujan semalam

Aku suka tersenyum bersamamu

Menatap warna-warni bougenvile dalam

Ibu…

Aku suka berjalan bersamamu

Menggenggam erat tanganmu

Ibu…

Aku selalu rindu

Melepas subuh bersamamu

Dan ketakjuban pagi berbicara pada kita

Jum’at: 16 November 2007

05.00

Kenanganku untuk bu Kamto, sahabatku Jama’ah Mushola Al Iman

3 Comments to “PUISI”

  1. akhid says:

    Wah , saya susah nih mencernanay….masih pemula nih soalnya.salam kenal pak…berbagi ..mari

  2. Ken says:

    siapapun, wanita yang bisa disebut “ibu” memang penuh dengan inspirasi…

  3. Achie says:

    Puisi sederhana yang rumit…sebuah kesan sederhana di tengah kerumitan pesan yang membekas.

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>