Ferdian Adi

Jurnal Makna dan Inspirasi
di tanah RIAU

Dari Jogja Hingga di Tanah Riau

Ini perjalanan pertama saya keluar Pulau Jawa ditahun 2015. Menggunakan penerbangan QG 9173 by Citylink, dari Yogyakarta saya menempuh perjalanan sekitar 2 jam. Alhamdulillah, pukul 12.40 saya sampai di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif  Kasim II, Pekanbaru. Namun sebenarnya, Pekanbaru bukan tujuan utama saya. Saya dan Ir. Setyawan Hardan hendak menuju Duri di Kabupaten Bengkalis, sekitar 120 km dari Pekanbaru.

Begitu keluar dari Pintu Kedatangan, kami sudah dijemput oleh Pak Syahril, salah satu karyawan di RekindWorleyParsons. Ini adalah sebuah perusahaan yang training division-nya sering bekerjasama dengan Ferdi Training dan PT. Centragama Indovisi. Selama dua hari tepatnya tanggal 28 dan 29 Maret 2015, kami akan mengadakan Pelatihan LOGISTIC, INVENTORY AND WAREHOUSING MANAGEMENT di Hotel Engriani, Kota Duri, Bengkalis, Riau. RekindWorleyParsons adalah semacam perusahaan  kerjasama antara PT. REKAYASA INDUSTRI dan WORLEY PARSONS dari Australia, yang mengerjakan project-project Chveron Indonesia.

Pak Syahril membantu kami memasukkan barang bawaan kedalam bagasi kendaraan besarnya. Ia menggunakan kendaraan khas di perusahaan minyak dan tambang, sebuah SUV kokoh buatan Chevrolet. Sebelum menuju Duri, Pak Syahril mengajak kami berputar sebentar menyusur jalanan di Kota Pekanbaru. Secara, saya baru pertama ke Pekanbaru..hehe, tapi kalo Pak Setyawan Hardan sudah beberapa kali. Selalu senang rasanya menghirup udara di sebuah tempat baru yang belum pernah saya kunjungi. Seperti halnya awal tahun 2014 yang lalu, saya berkesempatan berkeliling di Palangkaraya. Saat ini saya di salah satu kota di Sumatera.

Tidak lama, kami keluar dari Kota Pekanbaru. Karena kami belum menunaikan sholat, kami meminta Pak Syahril mengantar kami ke Masjid terdekat. Alhamdulillah, bisa mensujudi Rumah Allah SWT di pulau ini lagi, setelah dahulu tahun 2012 saya sempat ke Sumatera Utara. Saya sholat di Masjid Dakwah. Saya photo sekolah di sebelahnya, ini di daerah Rumbai. Saya baru menyadari juga, ini juga masuk di Kompleks Chevron Rumbai. Kami bisa masuk dengan mudah di Kompleks ini karena RekindWorleyParsons juga merupakan perusahaan rekanan Chevron.

Selanjutnya Pak Syahril mengambil trek di lokasi terbatas Chevron. Kami melewati kompleks-kompleks perumahan dan perkantoran Chevron yang eksklusif di tanah Riau ini. Jalan panjang yang lurus dari Kompleks Rumbai hingga Kompleks Minas, demikian halnya pipa-pipa besar dan kecil dengan label milik Chevron yang mensejajari jalanan, memotong bukit dan berkelok seperti ular baja bergeliat. Betapa besar investasi yang Chevron bangun untuk membangun asetnya ini. Namun jelas, bisa jadi nilai aset eksklusif itu tidak seberapa dengan begitu besarnya nilai barrel per hari dari minyak yang mereka bisa ambil dari tanah Riau.

Lepas dari Kompleks Minas, kami menyusur jalan umum melewati tanah-tanah yang dihuni berhektar-hektar habitat sawit. Diselingi pondok-pondok kayu sederhana dan menurut Pak Syahril, banyak masyarakat yang tinggal didalamnya. Masih saja, pipa-pipa milik Chevron itu mensejajari jalanan yang kami tempuh dengan tanda hati-hati karena pipa bertekanan tinggi dan larangan mendirikan pondok atau bangunan didekatnya. Namun miris, banyak yang menjadikannya jemuran baju dan mendirikan warung amat dekat.

Pak Syahril bercerita banyak tentang Riau, dia adalah “warganegara” Bukittinggi yang telah merantau ke Duri sejak ia lulus SMA dahulu. Sepertinya sudah puluhan tahun. Karena figurnya nampak menjelang usia enam puluh, namun tampak kukuh. Bisa jadi karena dia orang lapangan.

Tiba-tiba di sebuah daerah Pak Syahril menunjukkan semacam replika alat pengeboran. Dia menawarkan kami jika ingin berfoto disitu, karena disitulah minyak di bumi Riau ini pertama kali ditemukan. Tentu saja kami tidak menolak. Segera saja kami turun dan berfoto disitu. Ini bukti kami sampai disini…hahaha. Tertulis disitu,

FIRST DISCOVERY WELL IN MINAS
Location Made : March 194(?)
Drilling Started : 10 December 1943
Completed : 4 December 1944
Depth : 2624 Feet (800 Meter)

di tanah RIAU

Tertera jelas juga disitu, Minas Oilfield Achievement di bulan February 2007 adalah sejumlah 4,5 Milyar Barrel. Luar biasa saudara-saudara, 4,5 Milyar Barrel Minyak diambil di Bumi Riau ini. #ifYouThinkLikeWhatIThink

Rasanya amat mengantuk menjelang kami tiba di daerah Duri. Sayup-sayup dari Radio di mobil Pak Syahril ini saya mendengarkan semacam Kajian Aqidah, namun dalam bahasa gurindam dan syair. MasyaAllah, sebagai orang yang juga lumayan menikmati sastra, bagi saya acara radio itu sungguh membalut kajian agama dengan cara sangat indah. Bermakna sungguh dalam. Sayang, saya tak bisa mengingat semua kata-katanya. Cuma sungguh indah.

Kesan yang sangat luar biasa sambil memasuki Kota Duri. Kembali kami melewati Kompleks Chevron di Duri ini yang begitu rapi dengan aset eksklusif. Waktu menunjukkan pukul 18.00 saat kami menyusuri jalanan Duri. Matahari baru saja hendak pulang, sehingga suasana masih terang. Sedemikian halnya angin senja berhembus tenang disela-sela hati saya yang begitu senang menemukan tempat baru yang belum pernah terkunjungi. Perlahan, Pak Syahril membawa mobilnya masuk dipelataran Hotel Engriani, tempat saya menginap malam ini.

Alhamdulillah, saya tiba di Duri.

Pertama kali diposting pada 28 Maret 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.