Ferdian Adi

Jurnal Makna dan Inspirasi

Project Martabe: Catatan Perjalanan

Tulisan ini pertama kali diposting dalam Forum Mailing List tertutup milik perusahan pelatihan yang saya kelola, pada tanggal 20 September 2012. Sebuah email kepada rekan-rekan kerja saya dan menjadi catatan perjalanan di Sibolga, Sumatera Utara 16-21 September 2018.

*******

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabaarokaatuh,

Dear Super Marketers and Management …

Alhamdulillah, 4 hari sudah saya menunaikan tugas di PT. Agincourt Resources di bawah holding management G-RESOURCES, sebuah perusahaan besar yang dimiliki oleh pebisnis tangguh dari Hongkong (menurut Pak Erwin, pendamping kita selama di Agincourt). Namun, proyek penambangan emas ini terkenal dengan sebutan PROJECT MARTABE yang merupakan singkatan dari MARSIPATURE HUTANABE atau dalam Bahasa Indonesia berarti MARI MEMBANGUN DESA SENDIRI, saya jadi teringat slogan salah satu pejabat Jawa Tengah yang menggunakan slogan mirip-mirip, Bali Deso-Mbangun Deso, hahaha.

Wah, seharusnya saya cerita sejak kemarin ya, soalnya sejak hari Minggu tanggal 16 September 2012, saya, Pak Nurtjahjawilasa (Cahyo) dan Pak Roni Sobari sudah tiba di Desa Aek Pining, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara 22738 (lengkap kan? Maklum tertera detail dibuku panduan Keselamatan Kerja Agincourt, hehe). Tapi tidak cerita banyak laah, hanya di hari itu kita diberikan induksi Kesehatan dan Keselamatan Kerja cukup padat sebagai standard mereka terhadap tamu/visitor yang akan lama berada di site/lokasi tambang dan lalu terkantuk-kantuk menunggu konfirmasi dimana akan ditempatkan. Baru setelah agak sore, kami telah mendapat kejelasan tempat kami akan istirahat setelah beraktifitas seharian.

Kami tinggal di Camp Permata, tempat Unit Geologi, Government Relations dan Community Relations. Kebetulan, kami adalah tamu Unit Geologi sehingga banyak bertemu dengan geologist. Unit Geologi ini ada di bawah Departemen Exploration and Resources Development, yang dipimpin oleh Pak Frank Piggot, pria berkebangsaan Australia berumur sekitar 45 tahun, berperawakan tinggi besar dan tegap sesuai dengan background-nya dari Angkatan Bersenjata Australia, namun tutur katanya halus dan lembut.

Orang inilah yang menjadi salah satu decision maker untuk Training Chainsaw Operator dan Chainsaw Supervisor yang kita adakan. Maka dengan semampu yang saya bisa, saya mulai berimprovisasi untuk melanjutkan proses kehumasan dan pemasaran, yang tentu sebelumnya dilaksanakan oleh teman-teman di JTCC. Saya banyak berdiskusi dengan Frank, mulai dari persiapan dan pelaksanaan Training Chainsaw ini, lalu kebutuhan pelatihan sesuai training need analysis mereka. Obrolan kami juga sampai mengenai rumahnya di Perth yang dekat hutan dan dia punya chainsaw sendiri untuk memotong-motong kayu serta anak-anaknya yang mulai menginjak masa remaja (hehehe, untuk kehidupan pribadinya memang perlu disentuh juga, namun saya tunggu dia yang memulai, karena sesuai kaidah cross cultural understanding, kita tidak boleh sok mau tahu tentang kehidupan pribadinya).

Dari diskusi tersebutlah, kita bisa mengungkap kebutuhan training mereka. Sebenarnya usulan tentang kebutuhan training malah muncul di hari pertama training adalah dari Pak Slamet Sutiyanto, Pejabat Pimpinan UPT Departemen Kehutanan Wilayah Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat yang membuka training kita. Beliau memaparkan beberapa kurikulum Departemen Kehutanan yang bisa dikembangkan lebih maksimal, salah satu yang menarik perhatian beberapa kawan Safety Supervisor dan Frank Piggot di Departemen Eksplorasi PT. AR ini adalah Training Jungle Survival. Mereka mendorong saya untuk bisa memproses kerjasama training ini dengan Pusdiklat Departemen Kehutanan dan menawarkannya ke PT. AR. Sangat menarik!

training chainsaw operator di agincourt resources 2012

Frank Piggot sendiri kemudian menyatakan kebutuhannya akan Training Chainsaw tahap selanjutnya yakni Advanced Chainsaw Operator Training, terutama dari 5 orang terbaik yang mengikuti Sertifikasi selama 3 hari ini. Lebih dari itu, ia menanyakan training-training apalagi yang kita sediakan. Tentu dengan senang hati saya jelaskan kategori dan bidang-bidang training yang bisa kita adakan. Hanya saja memang dia mengatakan membutuhkan training yang lebih spesifik. Sehingga ketika saya kemudian menanyakan spesifikasi seperti apa, dia menjawab berkaitan dengan Geologi. Saat ini dia pun mendatangkan 2 trainer khusus yang memberikan training dibidang Geologi.

Hal unik lainnya adalah setiap hari Frank bertemu saya, dia akan mengatakan “Your English is very good” (dalam hati saya bilang, belum tahu dia…hehehe). Bukan apa-apa, karena dia merasa amat mudah berkomunikasi dengan saya dan dan salah satu marketing yang intensif berkomunikasi via Email. Saya juga bercerita kepada dia bahwa pernah mengelola Kursus Bahasa Inggris. Dari sini pula Frank Piggot menanyakan kepada saya apakah JTCC juga menyediakan English Training. Saya jawab, sure! Tentu saja kita bisa. Apa sih yang AMC nggak bisa? Betul kan kawan-kawan? Hehehe..Ternyata Frank ingin tim Geologist-nya di berikan training Bahasa Inggris secara maksimal dan intensif. Sangat menarik!

Selebihnya saya banyak berdiskusi juga dengan para pendamping kami seperti Fanny Repi (Safety Training Supervisor) dan Mashabi Pasaribu (Safety Supervisor). Mereka mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan Training di Departemen Eksplorasi dan Resources Development memang ada banyak di masalah Safety, Kehutanan serta Helicopter. Menarik bukan?

Nah, kawan-kawan sekalian, banyak hal yang saya dapatkan selama berada disini. Tentu selain komunikasi bisnis banyak hikmah disana-sini dari berbagai macam pribadi. Ini yang banyak saya cari sebenarnya ketika berada jauh dari kampung halaman. Hikmah-hikmah yang saya dapatkan tersebut akan lebih banyak saya tulis di laman pribadi saya di FerdianAdi.com sepulang dari Martabe ini. Alhamdulillah, Martabe ini tidak jauh dari kampung dan hanya 2 kilometer dari pusat keramaian Kecamatan Batangtoru. Setiap hari pun di Camp saya bisa mendengar adzan 5 kali dikumandangkan dan Sholat 5 waktu, karena lokasi masjid camp ini hanya 50 meter dari kamar saya dan ruangan training. Soal makan, wah, jangan dikata deh, standar Hotel Bintang 4. Pokoknya 4 sehat, 10 sempurna.

OK, demikian Catatan Perjalanan yang tertunda saya tulis dan publish karena sering kelelahan pulang pergi dari camp ke lokasi penebangan. Sekedar cerita sebagai silaturrahmi saya kepada anda sekalian.

SEE YOU ON MONDAY!

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh.

MARTABE, 20 September 2012.

With love,
Ferdian Adi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.