Ferdian Adi

Jurnal Makna dan Inspirasi

Berbuka Puasa Bersama Milyarder Bali Putra Suarthana

Alhamdulillah, siang hari tadi sesi terakhir Inhouse Training Advance Microsoft Excel di Bali telah kami selesaikan. Pak Singgih Santoso telah menggantikan bapak Budi Soetedjo sejak Rabu, 8 Juli 2015 kemarin. Para peserta sejatinya masih penasaran dan banyak menginginkan eksplorasi lebih lanjut mengani materi tersebut. Hanya saja kontrak kami berakhir hari ini. Sehingga ada follow up Batch kedua yang direncanakan setelah libur Idul Fitri nanti. Mungkin bulan depan, yang pasti ini akan menjadi progress kerjasama kami dengan PT. INDONESIA POWER.

Hingga sore kami banyak beristirahat saja dikamar. Pak Singgih terdengar menghubungi beberapa rekan sejawatnya. Pada sore hari, sebenarnya hendak saya tawarkan beliau hendak diantarkan kemana, karena pihak PT. INDONESIA POWER juga menyediakan fasilitas driver dan mobilnya untuk mengantarkan kami. Ternyata beliau sudah punya janji dengan salah satu rekannya di Bali. Beliau tidak diminta ke tempat rekannya tersebut, akan tetapi rekannya ini yang akan menjemput.

Awalnya saya menemani Pak Singgih Santoso saja di depan kamar mess kami di PT. INDONESIA POWER ini. Tidak lama sebuah sedan Toyota Camry yang mewah menurut saya datang memasuki pelataran Mess Indonesia Power. Saya baru tahu siapa yang datang dan agak terkejut juga. Beliau adalah Bapak Putra Suarthana, yang menurut kabar adalah salah satu dari 10 orang terkaya di Bali. Pak Singgih mengenalkan saya kepada beliau sebagai rekannya, sebagai pemilik training provider. Saya sedikit geli dalam hati, karena bukan pemilik. Tapi tak apalah, supaya sedikit mentereng, namanya juga kenalan sama salah satu Milyarder Bali…hehehe

DR. I KETUT PUTRA SUARTHANA, MM ….Beliau duduk sebentar di depan kamar kami, lalu mengajak kami untuk ikut bersama beliau. Pada awalnya saya menolak (baru beberapa waktu berikutnya saya sadar, bodoh sekali saya menolak), karena saya pikir ini adalah pembicaraan penting antara Pak Singgih dan Pak Putra Suarthana. Namun, mereka memaksa saya ikut. Akhirnya beberapa menit kemudian, saya duduk bersama mereka didalam mobil yang sungguh nyaman itu.

Pak Putra Suarthana membawa kami ke sebuah Rumah Makan Seafood di daerah Simpang Siur, Denpasar. Waktu masih menunjukkan Pukul 17.15. Ketika beliau menyadari saya berpuasa, beliau memutuskan menunda untuk memesan makanan. Saya sudah mengatakan tidak apa-apa jika mereka hendak makan lebih dahulu. Namun mereka tetap berkata hendak menunggu jadwal saya berbuka yang masih 61 menit lagi. Rasanya sungguh tidak enak, meski beliau-beliau ini non-Islam dan orang besar, tetapi beliau begitu menghargai saya. Saya ucapkan terimakasih kepada mereka. Sambil menunggu waktu berbuka, kami berbincang hangat.

Beliau ternyata sudah cukup sepuh, dengan usia 65 tahun. Tapi ramah dan low profile. Penampilannya biasa. Tidak menunjukkan bahwa beliau adalah pemilik jaringan 6 Hotel dengan brand PURI SARON HOTELS. Pemilik beberapa Sekolah Tinggi di Bali dibidang Kesehatan dan Perhotelan. Pemilik Rumah Sakit Bina Husada di Bali. Pemilik sebuah Akademi Pariwisata di Yogyakarta. Pemilik Tour and Travel dan beberapa perusahaan lainnya. Baru saya ketahui juga, beliau ternyata pemilik Grand Puri Waterpark di Jl. Parangtritis KM. 9,5, Gabusan, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di depan Pasar Seni Gabusan. Istimewa…

Tidak berlebihan tentunya saya menyebut beliau Milyarder. Namun bukan masalah seberapa besar kerajaan bisnisnya. Bisa jadi kisah perjalanan hidupnya yang dari titik Nol yang kemudian membuat METRO TV dengan program unggulannya yaitu KICK ANDY, memutuskan mengundang beliau menjadi narasumber dan penutur inspirasi. Jika waktu itu hanya menonton di Televisi, kini saya bisa berbincang dengan beliau LIVE!!! YESSS….!!! …hehehe

Pak Singgih sungguh baik, beliau tidak hanya mendominasi pembicaraan diantara mereka berdua saja, meskipun itu hak beliau. Namun, Pak Singgih juga melibatkan saya aktif. Pak Putra pun dengan senang hati menjawab pertanyaan-pertanyaan saya mengenai pengembangan bisnis beliau, termasuk perjuangannya dahulu.

Masa kecil beliau berada dalam kondisi kemiskinan dan kekurangan. Sehingga beliau pun dirawat di Panti Asuhan. Proses pendidikan yang dilaluinya dengan prestasi. Beliau merintis karir dari mulai pembersih kolam renang dan bell boy di sebuah hotel di Bali. Sehingga menjadi seorang Front Office Manager. Jiwa beliau ternyata di pendidikan. Sehingga beliau mendirikan Kursus-kursus bidang perhotelan. Sampai akhirnya membangun hotel sebagai tempat praktik mahasiswanya.

Selanjutnya Beliau termasuk yang menjadikan Krisis Moneter 1998 adalah pemuncak bisnis yang ditekuninya. Dengan nilai dollar yang menggila waktu itu dan okupansi hotelnya yang banyaknya orang asing menginap menggunakan dollar, disinilah fortune -keberuntungan- menghampirinya. Hingga saat ini beliau berhasil membangun kerajaan bisnisnya. Jika anda mengetikkan keyword “Putra Suarthana” di Google, anda bisa menemukan banyak cerita tentang beliau ini, ada kisah lengkap disana, tapi yang pasti saya LIVE! Berbincang dengan beliau…hehehe

Dari pembicaraan dengan Pak Singgih, saya mengetahui mereka sedang mendiskusikan banyak hal mengenai pengembangan pendidikan tinggi di institusi masing-masing. Ketika Pak Singgih menyinggung saya dan organisasi saya Amarta Multi Corporation juga bercita-cita mendirikan Kampus, saya pun turut terlibat dalam pembicaraan. Termasuk rencana Kampus Vokasi yang menjadi cita-cita kami berbasis kerjasama dengan Lembaga-lembaga Sertifikasi Profesi.

Saya sungguh lebih terkejut lagi, ketika Bapak Putra Suarthana menyatakan diri sebagai Pemilik dan Direktur LSP Pariwisata. Wah..wah…benar-benar blessing indisguise! Ketika saya menyampaikan keinginan bekerjasama dengan beliau, dengan spontan pun beliau menyatakan OK. Hahaha, sungguh luar biasa. Kami pun membicarakan kapan waktu bisa berjumpa kembali dan mendiskusikan kemungkinan pengembangan-pengembangan lainnya.

Sekali lagi, beliau sungguh rendah hati. Beliau memberikan kartu namanya kepada saya dan mempersilahkan saya jika hendak berjumpa kembali di lain waktu. Beliau juga berjanji akan membawakan saya Buku Biografi beliau jika ke Yogyakarta, ketika mengetahui pesawat kepulangan saya dan Pak Singgih akan pagi-pagi sekali besok hari pukul 05.50. Tidak terlalu memungkinkan jika harus mengambilkan dan memberikannya di Denpasar besok. Jadi beliau bermaksud memberikan Buku Biografinya tersebut besok saat ke Yogyakarta. Saya pun berjanji kepada beliau untuk menemui ketika di Yogyakarta, sekaligus akan mengajak Pak Nur Hidayat sebagai Direktur Amarta Multi Corporation untuk membicarakan kerjasama dan kemitraan. Beliau selanjutnya mengantarkan kami kembali ke Mess Indonesia Power dan dengan rasa terimakasih saya jabat tangan beliau erat-erat. Semoga berlanjut dengan kebaikan.

Ini inspirasi saya di Pulau Bali hari ini. Semoga langkah-langkah ini pun menjadi rencana Allah SWT yang terbaik. Dreams – Impian memang harus besar, akan tetapi saya berusaha menikmati proses ini dengan keyakinan ini adalah bagian dari Rencana Allah SWT yang terbaik. Saya tutup hari ini dengan sujud yang dalam. Sedalam doa agar saya tidak lalai dengan segala nikmat yang begitu luar biasa Allah SWT berikan.

فَبِأَيِّآلاءِرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ

Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
“Maka nikmat Rabb-kamu yang manakah, yang kamu dustakan;” – (QS.55:13)

Pertama kali diposting pada 9 Juli 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.