Ferdian Adi

Jurnal Makna dan Inspirasi

Jam 2 Siang Dan Dia Berkata “Good Morning Sir! ..???

Samir, demikian namanya. Saya bertemu dengannya sekitar 2 bulan yang lalu. Seorang lelaki berkebangsaan India, namun sepertinya dia sudah bekerja diluar negaranya dalam waktu yang cukup lama. Sekitar satu minggu sebelum pertemuan itu, dia menghubungi saya untuk meminta bertemu. Ternyata dia mendapatkan kontak di salah satu website perusahaan training provider yang saya kelola.

Dalam pertemuan itu dia menegaskan kembali apa yang ia tawarkan lewat e-mail dan telepon. Dia menawarkan kerjasama kepada kami di perusahaan training provider mengenai management training, management consulting dan management audit.

Orangnya menarik, tinggi besar dan badan tegap dalam setelan yang fit to body. Tak berlebihan rasanya saya menyamakannya dengan Salman Khan, bintang film India itu. Bahasa Inggris yang digunakannya sungguh fluent, namun tetap saja, aksen Indianya begitu kental. Saya kadang tersenyum geli mengikuti cara berbicaranya. Apalagi dengan gaya khas India, berbicara sambil menggeleng-gelengkan kepala..hahaha.

Meski begitu analitis apa yang ia tawarkan dan begitu antusias cara dia mempresentasikan penawarannya, saya tetap berusaha menganalisa kebenaran dan legalitas bisnisnya. Saya tidak ingin terpesona dengan kemampuan presentasinya itu ataupun analisa keuntungan yang diprediksikannya. Sehingga, saya masih menunggu hingga kini syarat legalitas dan portofolio yang saya minta kepadanya. Meski demikian, sampai saat ini dia masih berkomunikasi dengan baik via SMS dan e-mail.

Ada hal lain yang mengesankan bagi saya. Saya sempat heran pada awalnya sejak kita bertemu dua bulan yang lalu. Waktu bertemu pertama kali, dia mengucapkan “Good Morning, Sir!”, dengan suara yang mantap, wajah cerah dan begitu bersemangat. Padahal waktu itu jam 2 siang. Saya sempat refleks melihat jam tangan saya. Namun nampaknya dia tidak terlalu peduli dan langsung mengajak saya untuk membicarakan bisnis.

Demikian halnya ketika dia berpamitan, kembali dia mengucapkan “Good Morning Sir!” penuh semangat. Hal tersebut dilakukannya tidak hanya saat bertemu. Namun, saat dia menelepon saya kembali, dalam sms ataupun e-mail sekalipun dia akan mengucapkan “Good Morning Sir!” Dan itu ia lakukan tidak peduli meskipun itu jam 2 siang atau bahkan jam 8 malam sekalipun.

Sampai kali terakhir kemarin ia menelepon saya, ia masih membuka pembicaraan dengan “Good Morning Sir!” dan waktu itu jam 1 siang !

Lagi-lagi saya masih keheranan dan berpikir mengapa dia selalu mengucapkan Good Morning, meskipun waktunya tidak di pagi hari. Belakangan saya baru mengerti. Saya menjadi ingat seorang kawan yang juga berusaha mengucapkan selamat pagi setiap waktu. Atau kawan lain yang mengucapkan Selamat Pagi dengan SEMANGAT PAGI!

Ternyata Samir dan kawan-kawan tersebut melakukan hal yang sama untuk dirinya dan atmosfir diluar dirinya. Mereka sama-sama membangkitkan suasana pagi hari yang identik dengan hari yang baru, cahaya yang cerah, kesegaran, kebangkitan, semangat dan tenaga baru. Meskipun waktu sesungguhnya yang terjadi bukanlah rentang periode waktu yang kita kenal sebagai PAGI.

Sejatinya setiap dari kita memiliki keinginan dan tujuan besar. Mimpi yang ingin diraih dan cita-cita yang ingin dicapai. Dalam perjalanan untuk mencapai tujuan tersebut, kita senantiasa membutuhkan energi untuk bisa fokus pada tujuan akhir. Untuk selalu fokus dan tidak terganggu dengan kelemahan-kelemahan manusiawi kita seperti hambatan, kemalasan ataupun kesedihan, memang sejatinya kita harus memiliki kondisi hati dan pikir yang nyaman, serta senantiasa positif. Oleh karenanya perlu sebuah pengkondisian diri dengan proses afirmasi yang kreatif.

Sungguh setiap dari kita juga harus memiliki proses afirmasi yang kreatif. Namun tidak berhenti disini. Proses kreatif tersebut harus mampu melibatkan kondisi di luar dirinya. Harus mampu menjadi pemicu bagi subjek lain diluar dirinya. Demikianlah proses afirmasi kreatif yang dilakukan Samir dan kawan-kawan saya. Mereka pun telah menstimulasi saya untuk melakukan hal yang sama.

Sesuatu yang mudah kan? Bahwa hanya dari salam saja kita bisa menciptakan kekuatan pada diri kita. Salam merupakan kata-kata yang bisa senantiasa menciptakan energi bagi diri dan sesama. Seperti kata Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabaarokaatuh, yang sesungguhnya merupakan doa tak lekang waktu. Apalagi di ucapkan berkali-kali.

Itulah mengapa kita diminta untuk senantiasa berpikir yang baik, merasa dengan baik, berkata yang baik dan berlaku dengan baik. Semoga apa yang menjadi tujuan besar kita bisa tercapai dan mudah-mudahan Tuhan mentenagai apa yang kita lakukan untuk membangun istana kesuksesan kita. Aamiin.

GOOD MORNING EVERYONE!

Diposting pertama kali oleh Ferdian Adi pada 21 November 2011

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.