Ferdian Adi

Jurnal Makna dan Inspirasi

Keyword Yang Mengeksploitasi Kartini

Karena masih 8 hari setelah Hari Kartini, saya rasa sah-sah saja menuliskan postingan kali ini berkaitan dengan ke-kartinian. Maklum saat hari Kartini saya tidak ada ide untuk menulis tentang Kartini.

Sebenarnya tulisan ini pun tidak membahas bagaimana sejarah Kartini atau pandangan tentan peran Kartini. Yang saya pahami adalah semangat Kartini yang berkesan ada pada diri ibunda saya. Bagaimanapun ibunda saya dan ibunda anda semua adalah wanita-wanita hebat yang telah bertaruh nyawa ketika membawa kita untuk eksis didunia. Mereka telah menjadi Kartini sejati ketika berperan melahirkan dan menjaga kelangsungan hidup kita. Sehingga secara nyata sesungguhnya sedemikian bernilainya kehidupan para wanita yang melahirkan anak-anak bangsa. Bahkan seorang Muhammad SAW, mendahulukan penghormatan untuk kaum wanita sebagai ibu sebanyak 3 kalisebelum penghormatan laki-laki sebagai ayah.

Namun, semakin hari, saya melihat betapa rusaknya penghormatan terhadap eksistensi “wanita” sebagai seorang “bernilai tinggi”. Saya melihatnya dalam kacamata dunia blogging. Saya terheran-heran ketika berkunjung ke salah satu blog sahabat. Dia menuliskan kata-kata yang berkaitan dengan “gairah” terhadap wanita besar-besar di halaman utama blognya. Seperti Ce*ek S*ksi, G*mb*r B*gil, H*t G*rls dan Cer*ta Bo*ep. Padahal selama ini tulisannya saya anggap banyak yang membangun dan bermanfaat. Ternyata dibawahnya dia mencantumkan sebuah kalimat nakal, yang menyebutkan keterjebakan pengunjung yang tiba di blognya karena mengetik keyword di search engine dengan kata-kata “hot” diatas. Lalu dia mengajak para pengunjung blognya untuk beristighfar. (hehehe..ada-ada saja saya pikir).

Di blog yang lain bahkan saya melihat sebuah posting tutorial blog dengan saran menggunakan kata-kata – yang saya sebut “mengeksploitasi kartini” – tersebut, untuk meningkatkan jumlah pengunjung, “katanya” juga “google friendly”, dan akhirnya meningkatkan “pagerank”. Demi prestasi blognya maka banyak juga saya melihat blog menggunakan keyword-keyword “hot” itu plus gambar-gambar yang menjebak mata lelaki.

Perkara “mengeksploitasi kartini” adalah bukan hal yang baru. Penyebabnya pun bisa dilihat dari banyak sisi. Tanpa bermaksud sok suci ataupun menggurui, tindakan tersebut banyak dilakukan didunia per-blogging-an. Wah, bagaimana ini? Meski kenyataannya bahwa memang banyak wanita yang justru hobi difoto dengan menampilkan sebagian atau seluruh tubuhnya tanpa busana, tidak seharusnya kita justru mempopulerkan keberadaan mereka melalui keyword dan blog yang “mengeksploitasi kartini”.

Blogger sejati tidak akan mengeksploitasi kartini. Blogger sejati akan selalu menghargai ibu mereka yang jelas wanita dengan membersihkan blognya dari eksploitasi terhadap kartini.

 

Diposting Pertama kali pada: 29 April 2009

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *