Ferdian Adi

Jurnal Makna dan Inspirasi
Departure to Timor Leste from Ngurah Rai Airport

Bem Vindo A Timor Leste Jilid Dua Syawwal 1435 Hijriah

Setelah tiga bulan lewat, akhirnya saya mendapatkan kesempatan kembali ke Timor Leste. Meski kondisinya agak kurang pas, karena di minggu pertama Syawwal, tepatnya hari kelima Syawwal 1435 H atau 1 Agustus 2014 saya harus terbang kesana. Masih dalam suasana libur lebaran. But, it’s OK…namanya tugas negara (…secara bro..melewati batas negara..hehee) dan memang mendesak, saya enjoy saja. Bersama seorang rekan professional, Pak Wakid namanya dosen Universitas Negeri Yogyakarta, saya menggunakan penerbangan Sriwijaya Air, SJ270 yang berangkat pukul 09.55. Hampir tepat sesuai perkiraan, sekitar pukul 13.00 waktu Dili kami mendarat sempurna di Internacional Aeroporto Nicolau Lobato .

Tentu kami mengikuti regulasi internasional di bandara ini dengan membayar Visa On Arrival sebesar US$ 30, menyerahkan dokumen kedatangan dan lembar pernyataan ke bagian imigrasi, baru saya bisa keluar bandara. Tentu dikali kedua ke Timor Leste saya sudah tidak canggung lagi. Alhamdulillah, Pak Juvenal, pengelola Comve Unipessoal Lda. juga sudah menjemput kami.

Sebagai bagian dari Tim Konsultan CONVERSA INDOTAMA TRAINING AND CONSULTING, saya hadir kembali untuk melakukan maintenance kerjasama project dengan beberapa pihak di Timor Leste. Jika diawal kami telah bekerjasama dengan GearSpeed Timor Leste, dalam hal pendidikan dan pelatihan bagi tenaga operator alat berat, kini kami bekerjasama dengan Comve Unipessoal Lda. Comve bekerjasama dengan kami dalam hal Pengadaan Teaching Aid dan Pelatihan Otomotif.

Dari bandara kami langsung diajak makan siang di Warung Solo Ibu Hartatik namanya. Ini adalah warung orang Jawa kesekian yang akhirnya saya jumpai juga. Sejatinya tidak susah mendapatkan tempat untuk makan sesuai selera kita dan InsyaAllah halal. Tidak menunggu waktu lama, selepas makan siang, kami harus bertemu dengan pihak Asian Development Bank Timor Leste yang menjadi funding bagi project ini.

Kami melakukan rapat untuk penyesuaian dokumen dan revisi beberapa produk teaching aid yang harus disesuaikan kembali. Saya mempelajari bahwa sedemikian detail dan harus hati-hatinya kita terutama dalam membaca dan menelaah dokumen yang disusun terutama oleh organisasi besar dunia. Salah membaca atau tidak membacanya bisa merepotkan.

Setelah kurang lebih satu jam kami mendiskusikan proses dan dokumen project ini, kami meluncur ke lokasi seluruh produk teaching aid yang sudah dikirimkan. Di sebuah sekolah vokasi di Timor Leste. Kami disambut beberapa guru disana dan Pak Wakid mendiskusikan kelengkapan teaching aid yang sudah diletakkan disana. Untuk selanjutnya akan menjadi bagian penting dalam proses pelatihan yang akan diadakan.

Menjelang sore kami baru diantar kembali ke hotel oleh Pak Juvenal. Karena kepala yang begitu pening, selepas mandi saya memutuskan untuk tidur. Saya bangun untuk sholat maghrib saja lalu tertidur kembali. Sekitar pukul 20.00, Tim Manajemen Comve Unipessoal menjemput kami kembali untuk makan malam dan briefing seputar project ini.

Kami melihat potensi yang begitu besar yang bisa kami garap bersama. Saya sangat menghargai kepercayaan kawan-kawan Timor Leste disini. InsyaAllah bahkan segera ada sekitar 30 hingga 40 orang lagi yang akan dikirim untuk pelatihan di Yogyakarta secara bertahap. Ini jumlah yang cukup besar, mengingat selama ini kami menerima request pelatihan dari Timor Leste hanya sekitar 2 atau 3 orang setiap periode pelatihan di Yogyakarta. Alhamdulillah.

Sampai agak larut, akhirnya kami kembali ke hotel. Namun saya masih kepikiran, bagaimana besok pulang tanggal 3 Agustus. Karena saya belum mendapatkan tiket. Jalur kepulangan pesawat hanya Sriwijaya Air ke Denpasar, baru setelah itu saya lanjut ke Yogyakarta. Namun jika tiket tanggal 3 saya tidak dapat, resikonya saya harus menempuh jalur darat ke Kupang. Jika saya baca beberapa literatur, jarak tempuh travel tersebut bisa 12 jam. Saya geleng-geleng kepala membayangkannya. Tapi saya berharap saya tetap bisa mendapatkan tiket tanggal 3 tersebut ke Denpasar. Semoga.

Pertama kali diposting pada 1 Agustus 2014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.